kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Asia kompak menguat di awal pekan ini


Senin, 29 Oktober 2018 / 08:31 WIB
Bursa Asia kompak menguat di awal pekan ini
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia membuka pekan ini dengan penguatan merata. Senin (29/10) pukul 8.17 WIB, indeks Nikkei menguat 0,86% ke 21.366.

Indeks Taiex menguat 0,60% ke 9.541. Indeks Kospi menguat 0,44% ke 2.036 dan ASX 200 naik 0,84% ke 5.712.

Dua indeks Asia Tenggara, yakni Straits Times dan FTSE Malaysia pun menguat masing-masing 0,69% ke 2.992 dan 0,16% ke 1.685.

Pasar saham sepekan lalu cenderung tertekan karena faktor negatif konflik perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, kekhawatiran kinerja emiten AS, kenaikan suku bunga Federal Reserve serta defisit anggaran Italia.

"Kinerja di kuartal ketiga cenderung mengecewakan, ekonomi AS dan pertumbuhan laba korporasi tampaknya mencapai puncak. Sementara data ekonomi yang menjadi acuan menunjukkan potensi kenaikan suku bunga The Fed," kata analis JPMorgan dalam catatan yang dikutip Reuters.

Data pertumbuhan laba perusahaan industri China yang dirilis pekan lalu pun menunjukkan perlambatan dalam lima bulan berturut-turut.

Sementara penjualan ritel Jepang masih naik dalam 11 bulan berturut-turut hingga September. Tapi, pertumbuhan penjualan ritel September yang dirilis hari ini, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Penjualan ritel tahunan Jepang bulan September mencapai 2,1%. Angka ini lebih tinggi ketimbang median prediksi Reuters pada 1,6%. Bulan Agustus, penjualan ritel tumbuh 2,7% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×