kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (24/3), Tertekan Harga Minyak Melonjak


Kamis, 24 Maret 2022 / 08:30 WIB
Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (24/3), Tertekan Harga Minyak Melonjak
ILUSTRASI. Bursa Asia dibuka melemah pada pagi ini (24/3)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kembali melemah pada awal perdagangan hari ini. Kamis (24/3), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat anjlok 1,28% ke 27.681,76. Serupa, indeks Hang Seng juga turun 0,68% ke 22.002,87.

Indeks Taiex melemah 0,52% ke 17.638,67. Sedangkan indeks Kospi koreksi 0,82% ke 2.723,72. Dan indeks ASX 200 naik tipis 0,06% ke 7.382,4.

Sementara itu, FTSE Straits Times turun tipis 0,09% ke 3.361,1 dan FTSE Malay KLCI melemah 0,14% menjadi 1.595,7.

Pasar saham di Asia tergelincir usai harga minyak melonjak tajam di sesi sebelumnya. Rabu (23/3), minyak Brent dan WTI sama-sama ditutup melesat 5%.

Baca Juga: Yuk Intip Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas Untuk Hari Ini (24/3)

Pada awal perdagangan sesi Asia, kedua harga minyak acuan tersebut masih melanjutkan reli. Brent dan WTI terlihat sudah naik US$ 1 per barel di pembukaan.

Harga minyak telah bergejolak selama berminggu-minggu sejak invasi Rusia ke Ukraina karena investor menilai dampak perang terhadap pasokan minyak.

Di saat yang sama, pelaku pasar juga memiliki kekhawatiran lain seperti wabah Covid-19 di China.

Sementara itu, saham raksasa teknologi China Tencent yang terdaftar di Hong Kong juga akan diawasi oleh investor setelah perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan paling lambat. Tencent juga mengatakan sedang 'menjajaki' perusahaan induk keuangan untuk WeChat Pay jika diperlukan oleh regulator China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×