Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Kamis (16/4/2026), mengikuti reli di Wall Street yang didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Optimisme pasar global menguat setelah Presiden Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran “hampir berakhir” dan menyebut Teheran ingin segera mencapai kesepakatan.
Sentimen ini mendorong penguatan indeks utama di AS. S&P 500 naik 0,80% ke level 7.022,95 dan mencetak rekor penutupan baru.
Baca Juga: Latinusa (NIKL) Kucurkan Capex US$ 2,1 Juta di 2026, Fokus Genjot Produksi
Nasdaq Composite juga melonjak 1,59% ke 24.016,02, menandai rekor sekaligus memperpanjang reli menjadi 11 hari berturut-turut.
Sementara Dow Jones Industrial Average justru turun tipis 0,15% ke 48.463,72.
Secara mingguan, S&P 500 telah menguat sekitar 3%, Nasdaq naik sekitar 5%, dan Dow menguat lebih dari 1%.
Asia Ikut Menguat
Melansir data CNBC, penguatan Wall Street langsung direspons positif oleh pasar Asia. Indeks Kospi naik 1,03% dan Kosdaq menguat 0,77%.
Baca Juga: Hari Ini (16/4) Cum Date Saham Bonus MEJA, Harga Sudah Naik 33%
Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,81%, sementara Topix menguat 0,70%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia naik tipis 0,22%.
Kontrak berjangka Hang Seng juga menunjukkan potensi pembukaan lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya.
Harga Minyak Melemah
Di tengah optimisme pasar, harga minyak justru melemah. Minyak mentah AS (WTI) turun 0,38% ke US$90,94 per barel, sedangkan Brent turun 0,36% ke US$94,59 per barel.
Penurunan ini mencerminkan ekspektasi meredanya risiko gangguan pasokan jika kesepakatan damai benar-benar tercapai.
Baca Juga: Pelat Timah (NIKL) Incar Laba US$ 3 Juta di Tahun 2026, Begini Strateginya
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut pembicaraan putaran kedua antara Washington dan Teheran tengah dibahas, meski belum ada jadwal resmi.
Pasar kini menantikan perkembangan lanjutan dari negosiasi tersebut, yang dinilai akan menjadi katalis utama arah pergerakan pasar global dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













