kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia dibayangi profit taking


Selasa, 05 Februari 2013 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Prediksi West Ham vs Rapid Wina di Liga Europa: The Green White adang The Hammers


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Bursa Asia bergerak variatif. Beberapa bursa masih menguat seperti Nikkei naik 0,62% ke 11.260,35. Ada bursa Taiwan menguat 0,86% ke 7.923,16. Namun ada juga bursa yang justru melemah, seperti Kospi dan Hang Seng.

Menurut Kepala Riset Trust Capital, Reza Priyambada, pergerakan bursa-bursa Asia sudah berada di area overbought. Akibatnya, kenaikan pun tidak terlalu besar dan ada beberapa bursa yang sudah ada aksi profit taking.

Reza mengatakan, ada beberapa data global yang ditunggu pasar. Misalnya, data indeks harga perumahan dan indeks perdagangan di Australia. Selain itu, ada data ekonomi HSBC dan indeks manufaktur di China. Jika rilis data tersebut positif, bursa Asia berpotensi terangkat.

Reza merekomendasikan saham sektor manufaktur dan komoditas. Sedangkan sektor keuangan sebaiknya dihindari karena sedang dilanda aksi profit taking. Sektor keuangan juga sudah overbought.

Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe pun sepakat, bursa Asia, hari ini, masih akan menunggu rilis data factory order Amerika Serikat yang diproyeksi akan positif. Jika benar terjadi bursa Asia bisa menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×