kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45882,93   -5,57   -0.63%
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Bursa Asia bergerak mixed, investor menanti sejumlah data ekonomi


Senin, 03 Mei 2021 / 08:23 WIB
Bursa Asia bergerak mixed, investor menanti sejumlah data ekonomi
ILUSTRASI. Bursa Asia. (Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO) 

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka bervariasi dengan mayoritas indeks melemah pada awal perdagangan Senin (3/5). Pukul 08.19 WIB, indeks Kospi naik 26,23 poin atau 0,83% ke 3.173,62, ASX 200 naik 35,88 poin atau 0,51% ke 7.061,70, Straits Times turun 13,04 poin atau 0,42% ke 3.204,10 dan FTSE Malaysia turun 2,95 poin atau 0,18% ke 1.597,91.

Koreksi bursa Asia dipicu aksi investor yang menahan diri lantaran menanti sejumlah besar data pekan ini. 

Aktivitas bursa Asia hari ini juga tak terlalu ramai lantaran bursa China dan Jepang libur, mengurangi volume transaksi di pasar saham Asia.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang datar setelah mengalami sedikit penurunan pada hari Jumat. 

Pekan yang sibuk untuk data ekonomi AS diperkirakan akan menunjukkan kekuatan yang gemilang, terutama untuk survei manufaktur ISM dan gaji bulan April. Perkiraannya sebanyak 978.000 pekerjaan diciptakan pada bulan tersebut karena konsumen membelanjakan uang stimulus mereka dan ekonomi semakin terbuka.

Baca Juga: Bursa Asia mayoritas melemah menjelang akhir pekan ini

Keuntungan seperti itu dapat memicu spekulasi penurunan pembelian aset oleh Federal Reserve, meskipun Ketua Jerome Powell telah menunjukkan setiap tanda untuk bersabar pada kebijakan.

"Penggajian seharusnya menunjukkan kenaikan hampir 1 juta pekerjaan lagi, tetapi itu masih akan membuat mereka 7,5 juta di bawah tingkat pra-Covid," kata Tapas Strickland, direktur ekonomi di NAB seperti dikutip Reuters.

"Gubernur The Fed Jerome Powell baru-baru ini mencatat bahwa dibutuhkan serangkaian bulan penciptaan lapangan kerja sekitar satu juta sebulan untuk mencapai kemajuan substansial yang diperlukan untuk membenarkan pengurangan quantitative easing."

Powell akan berpidato pada hari Senin dan akan diikuti oleh sejumlah pejabat Fed minggu ini. Presiden Fed Dallas Robert Kaplan menimbulkan kehebohan pada hari Jumat dengan menyerukan untuk memulai pembahasan tentang pengurangan (QE).

Kesabaran Powell telah membantu membatasi tekanan jual di Treasury, namun imbal hasil US Treasury 10-tahun masih naik 6 basis poin menjadi terakhir di 1,626% pada akhir pekan lalu.

Selanjutnya: Serangkaian IPO BUMN Disiapkan, Empat Akan Melantai Tahun 2021 Ini

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×