kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Bursa AS tak dapat menghindar dari tekanan jual global


Rabu, 16 Maret 2011 / 06:29 WIB
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump leaves a backstage area to address the Latino Coalition's legislative summit in Washington, U.S., March 4, 2020. REUTERS/Leah Millis TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Saham-saham di bursa AS tidak dapat menghindar dari tekanan aksi jual global. Hal itu mengikuti penurunan terburuk sejak 1987 dalam dua hari berturut-turut yang dialami bursa Jepang.

Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 1,1%; sementara indeks MSCI All-Country World Index anjlok 2,3% pada pukul 16.32 waktu New York. Sedangkan indeks Dow Jones turun 1,15% menjadi 11.855,40.

Sebelumnya, indeks S&P sempat terjun bebas sebesar 2,7%. Namun, penurunan bursa AS semakin berkurang setelah the Federal Reserve bilang perekonomian AS berada dalam posisi yang stabil.

Thomas Lee, Equity Strategist JP Morgan Chase & Co dan Mary Ann Bartels of Bank of America Corp berpendapat, penurunan yang terjadi di S&P sebelumnya bisa jadi merupakan sinyal untuk memborong saham.

"Sepertinya situasi nuklir di Jepang tidak akan menyebar ke area lokal. Hal itu menyebabkan investor menjadi lebih percaya diri bahwa perekonomian global akan mampu melewati musibah ini," jelas John Barr dari Needham Asset Management LLC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×