kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bursa AS memerah pasca rilis data payroll


Jumat, 05 Juni 2015 / 22:22 WIB
ILUSTRASI. Indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah ke level 7.029 pada Kamis (21/12)


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) dibuka turun menuju penurunan mingguan kedua secara beruntun. Pasca rilis data pekerjaan yang mencatatkan kenaikan tajam di luar perkiraan yang kian memicu spekulasi mendorong Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga tahun ini.

Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,3% ke 2.090,10 pukul 09;37 waktu New York. Setelah kemarin Kamis (4/6) ditutup turun 0,9%.

Sebelumnya, payroll meningkat dalam lima bulan terakhir di Mei ini serta meningkatkan pembayaran upah pekerja. Perusahaan AS semakin optimis mengenai prospek perekonomian negeri paman sam setelah merosoty di awal tahun.

Payroll naik 280.000 melebihi perkiraan rata-rata survei Bloomberg sebesar 226.000. Mengacu pada angka pengangguran yang naik 5,5% akibat tingginya angkatan tenaga kerja. Sementara, penghasilan per jam naik tajam dari tahun lalu sejak Agustus 2013. 

Berkurangnya tingkat pengangguran akan konsisten dengan perkiraan Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuan akhir tahun ini. Kemarin IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dan mendesak The Fed untuk menunda keputusannya sampai 2016 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×