kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Bunga The Fed naik, Henan Putihrai pertahankan alokasi aset reksadana fixed income


Minggu, 25 Maret 2018 / 16:58 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Henan Putihrai Asset Management (HPAM) mempertahankan alokasi aset reksadana pendapatan tetap pada surat utang negara (SUN) seri FR, setelah The Fed naikkan suku bunga acun sebesar 25 basis poin.

Reza Fahmi Riawan, Head of Businees Development Division Henan Putihrai Asset Management mengatakan, tidak ada perubahan strategi pengelolaan reksadana pendapatan tetap setelah ada kenaikan Fed Funds Rate (FFR). Sebab, kenaikan suku bunga FFR pada Kamis lalu telah diantisipasi pelaku pasar.

Menurut Reza, sekarang, yang menjadi kekhawatiran di pasar obligasi adalah mengenai repatriasi dana global ke pasar AS, termasuk dengan kebijkan-kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. "Ini merupakan katalis yang kurang baik bagi obligasi Indonesia karena dikhawatirkan investor asing akan ikut panik dan mengembalikan dananya ke luar atau bahkan investasi di AS," papar Reza, Jumat (23/3).

Namun, sekitar Juni 2018, Indonesia berpotensi mendapat peringkat dari Bloomberg Barclays Index untuk credit rating agency benchmark baru. Hal ini bisa jadi katalis positif bagi pasar obligasi Indonesia dan berpotensi menambah aliran cash flow.

Reza memproyeksikan obligasi pemerintah dan korporasi di Indonesia masih akan mengalami peningkatan seiring dengan ekspektasi masih rendahnya cost of fund pada tahun ini.  Ia meyakini tingkat imbal hasil rata-rata obligasi pemerintah pada tahun ini masih atraktif apabila dibandingkan yield negara tetangga.

Secara keseluruhan Reza optimistis dengan terjaganya tingkat inflasi, defisit APBN yang masih rendah akan meminimalisir arus investasi asing keluar dari obligasi pemerintah.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×