kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BUMI tetap garap tambang bijih besi di Mauritania


Selasa, 01 Mei 2012 / 07:23 WIB
BUMI tetap garap tambang bijih besi di Mauritania
ILUSTRASI. alat berat. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/12/02/28


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menunggu keputusan pengadilan terkait sengketa tambang bijih besi dengan Rubis International Limited (Rubis). Meski demikian, BUMI tetap menggarap tambang yang berlokasi di Mauritania itu.

BUMI belum memutuskan kelanjutan kongsinya dengan Rubis di proyek itu. "Hal itu tergantung putusan pengadilan," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc, Nalinkant Rathod, di Jakarta, Senin (30/4). Bumi Plc adalah pemegang 29% saham BUMI.

Rathod mengklaim sengketa pertambangan itu tidak banyak mempengaruhi kinerja BUMI. "Masih jauh lebih besar aset di Indonesia, kalau cuma US$ 20 juta-US$ 30 juta tidak masalah," imbuh dia.

Direktur Utama BUMI, Ari Saptari Hudaya, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan tak ada pelanggaran apapun yang dilakukan BUMI terkait proyek di Mauritania. Dia yakin pemberian izin eksploitasi bijih besi oleh pemerintah Mauritania kepada Tamagot Bumi SA di wilayah Tamagot sudah sesuai ketentuan. "Begitu pula ketentuan perjanjian-perjanjian lain yang mengikat Rubis dan Bumi Holding SAS," ujar Ari.

Rubis menuding Grup Bumi Resources menyalahgunakan izin perjanjian kerjasama. BUMI dituduh menyimpangkan perjanjian itu demi kepentingan anak usahanya, Tamagot Bumi SA.

Sengketa ini bermula ketika Rubis dan BUMI membentuk perusahaan patungan bernama BUMI Holding SAS, pada 2007. Perusahaan ini berkedudukan di Prancis.
Grup BUMI, termasuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), menguasai 60% BUMI Holding, sementara Rubis menggenggam 40% saham. BUMI Holding adalah salah satu perusahaan yang menggarap proyek pertambangan di Mauritania.

Pada 2011, BUMI Holding menemukan cadangan bijih besi di wilayah Otoy, Tamagot. Pemerintah Mauritania pun menerbitkan izin eksploitasi, pada November 2011.
Masalah muncul ketika Grup Bumi Resources mengeluarkan pernyataan publik tanpa berkonsultasi dan melibatkan Rubis. Bumi Resources menyatakan, ada deposit 600.000 ton bijih besi yang dapat diproduksi pada tahun 2012 dan bisa melampaui 1 juta ton di 2014. Dus, cadangan bijih besi itu diperkirakan melampaui 100 juta ton.

Produksi akan dimulai pada paruh pertama tahun ini. "Dalam pernyataan tersebut, tak ada referensi yang berhubungan dengan Rubis atau kepemilikan Rubis dalam cadangan tersebut," jelas Brian Bofkin, manajemen Rubis International Limited sekaligus Board Member of BUMI Holding SAS, dalam pernyataan resminya, akhir Maret lalu (KONTAN, 27 Maret 2012).

Rubis menuding telah terjadi pengalihan aset milik mereka di Bumi Holding. Rubis pun membawa masalah ini ke pengadilan Prancis pada Januari 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×