kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bumi Resources (BUMI) Masuk FTSE Global Equity Sekaligus FTSE Global Equity Shariah


Selasa, 05 September 2023 / 20:28 WIB
Bumi Resources (BUMI) Masuk FTSE Global Equity Sekaligus FTSE Global Equity Shariah
ILUSTRASI. Saham Bumi Resources (BUMI) resmi masuk FTSE Global Equity Index di bulan September 2023.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi masuk FTSE Global Equity Index di bulan September 2023.

Perubahan tersebut akan diterapkan setelah penutupan usaha pada Jumat, 15 September 2023 dan berlaku efektif pada Senin, 18 September 2023. Hal ini merupakan penyertaan BUMI yang kedua kali dalam FTSE Global Equity Index.

Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie mengatakan, masuknya BUMI ke indeks FTSE Global Equity diharapkan dapat memberikan nilai tambah.

“Dengan masuknya kami ke FTSE, diharapkan dapat membuat perusahaan dan para pemegang saham serta lebih banyak menarik investor dari institusi global,” kata Adika, Selasa (5/9).

Baca Juga: ADRO, BUMI, BRMS, dan MAPA Masuk Indeks FTSE Global Equity Shariah

BUMI adalah salah satu dari empat emiten yang masuk ke FTSE Global Equity Shariah Index. BUMI masuk bersama dengan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

“Keempat saham tersebut memiliki bisnis yang sesuai diikuti financial ratio yang masih masuk kriteria,” kata Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian kepada Kontan.co.id, Selasa (5/9).

Salah satu kriteria untuk masuk indeks syariah adalah rasio utang berbunga terhadap aset yang kurang dari 33,33%. Sekadar mengingatkan, BUMI telah menyelesaikan restrukturisasi utang dengan menerbitkan saham baru.

Ayu menambahkan, saham komoditas berpotensi untuk mengalami kenaikan untuk jangka pendek. Kenaikan tersebut ditopang oleh harga komoditas seperti minyak dan batubara yang mengalami rebound setelah negara OPEC memutuskan untuk memangkas produksi minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×