kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bulan ramadan, transaksi saham sepi


Senin, 06 Juni 2016 / 21:36 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bulan Ramadan telah tiba. Otomatis, kegiatan aktivitas perdagangan saham pun terpengaruh.

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menjelaskan, selama momen puasa, volume transaksi saham mengalami penurunan. Jadi, otomatis nilai transaksinya pun ikut menurun.

"Rata-rata penurunannya bisa sekitar 20% dibanding bulan-bulan normal," ujar Satrio kepada KONTAN, Senin (6/6).

Jadi, jika rerata nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Mei lalu sebesar Rp 6 triliun, maka rerata transaksi selama Juni-Juli ini menjadi sekitar Rp 4,8 triliun.

Secara teori, ketika volume transaksi turun maka nilai transaksinya pun juga turun. Tapi, kata Satrio, penurunan ini juga bukan berarti turut menurunkan level pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebab, momen bulan puasa bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi.

"Justru kami melihat bullish. Selama bulan puasa, konsumsi meningkat dan diikuti oleh kenaikan daya beli. Jika dilihat secara lebih makro, kenaikan ini juga akan menguatkan kurs rupiah dan ini menjadi sentimen positif bagi indeks," jelas Satrio.

Setidaknya, hal ini tercermin dari pergerakan indeks pada hari pertama puasa di bulan ini. Pada perdagangan Senin, indrks ditutup naik 0,87% atau 42,103 poin ke level 4.896,025. Catatan juga, perdagangan awal pekan ini melibatkan 4,05 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,97 triliun.

Aksi beli asing masih menopang laju IHSG di zona positif. Di pasar reguler, beli asing sebesar Rp 363,3 miliar dan beli asing keseluruhan perdagangan Rp 548,1 miliar.

Satrio menggaris bawahi ramainya minat beli asing tersebut. Kondisi ini setidaknya akan berlangsung hingga sepekan kedepan dan akan membuat indeks berpotensi menyentuh resistance pada kisaran level 4.900.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×