kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

BBNI harapkan pembagian dividen tak terlalu tinggi


Selasa, 28 Februari 2012 / 13:24 WIB
ILUSTRASI. Toyota konfirmasi peluncuran mobil terbaru, diprediksi mirip Yaris


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tahun 2011 tumbuh 42% dari Rp 4,10 triliun menjadi Rp 5,81 triliun. Hal ini turut mendorong laba bersih per saham naik dari Rp 266 menjadi Rp 312.

"Kenaikan laba ini didorong peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 13% menjadi Rp 13,20 triliun dan peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 8% menjadi Rp 7,60 triliun," ujar Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Selasa (28/2).

Ia menambahkan, perbaikan kualitas aset sehingga berhasil menurunkan beban Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) sebesar 33% menjadi Rp 2,42 triliun juga ikut mengerek laba bersih BNI tahun lalu.

Dengan perolehan laba bersih tahun lalu dan rencana pertumbuhan tahun ini, Gatot mengatakan kebijakan dividen BNI tidak akan terlalu tinggi.

"Normalnya industri pembagian dividen 20%-30% dari bottom line. Kami berharap pembagiannya di sekitar itu. Kami akan bicarakan dengan para pemegang saham agar dividen jangan terlalu tinggi," tukas Gatot.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×