Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin menunjukkan penguatan tajam dalam sepekan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kembali menguatnya optimisme pasar terhadap perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memberikan kepastian lebih besar bagi industri.
Bittime, salah satu Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan regulasi menjadi salah satu sentimen yang turut dicermati oleh pelaku pasar aset kripto.
Melansir data CoinMarketCap pada Selasa (25/8/2026) pukul 14.02 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 80.708. Harga aset kripto terbesar tersebut menguat 4% dalam 24 jam terakhir dan mencatat kenaikan sekitar 25,5% dalam sepekan.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan Bitcoin terjadi bersamaan dengan kembali meningkatnya ekspektasi terhadap CLARITY Act di Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mendorong Kongres untuk mengesahkan versi rancangan regulasi tersebut yang dinilainya adil.
Baca Juga: HRUM Berpeluang Lanjutkan Tren Positif, Nikel Jadi Penopang Utama
CLARITY Act menjadi perhatian industri aset kripto karena berpotensi memberikan kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto sekaligus memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Ryan menyebut perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk sentimen pasar. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kondisi makroekonomi dan perkembangan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset kripto.
“Penguatan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan positif terkait regulasi. Namun, investor tetap perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh karena volatilitas aset kripto masih cukup tinggi,” ujar Ryan dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Kebijakan The Fed dan Ekonomi Global
Ryan menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah pasar kripto pada semester II 2026. Salah satu faktor utama adalah arah kebijakan suku bunga The Fed.
Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat dapat berdampak terhadap kondisi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
Selain kebijakan moneter, kondisi geopolitik dan ekonomi global juga masih menjadi sumber volatilitas di pasar. Ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga potensi perubahan kebijakan dapat mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio ketika sentimen pasar berubah.
Dari sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act menjadi salah satu faktor yang saat ini mendapatkan perhatian pelaku pasar. Kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto serta pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC dinilai dapat memberikan kepastian yang lebih besar bagi industri.
Baca Juga: Pefindo Turunkan Peringkat Adhi Karya (ADHI) Jadi idCCC, Prospek Negatif
Penguatan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir juga menunjukkan bahwa pasar aset digital dapat bergerak cepat mengikuti perubahan sentimen dan perkembangan kebijakan.
Dalam kondisi tersebut, investor perlu menyesuaikan strategi dengan arah pasar sekaligus memahami risiko dari setiap instrumen yang digunakan. Salah satu fitur yang tersedia di Bittime adalah Bittime Futures, yang memungkinkan pengguna mengambil posisi Long maupun Short.
Namun, perdagangan Futures memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perdagangan spot. Penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, tetapi pada saat yang sama juga dapat meningkatkan potensi kerugian.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap mekanisme Futures, penerapan manajemen risiko, serta pemantauan kondisi pasar menjadi hal penting bagi pengguna sebelum melakukan transaksi.
“Bittime menilai perkembangan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan tetap dipengaruhi kombinasi antara sentimen regulasi, kebijakan moneter AS, serta kondisi ekonomi global. Investor pun perlu mencermati perkembangan tersebut secara menyeluruh,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














