Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin menembus level US$72.000 untuk pertama kalinya dalam 20 hari, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
“Saya setuju menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” kata Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social pada Selasa, beberapa jam sebelum tenggat yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan militer terhadap infrastruktur penting.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Bawah Rp 17.000 Per Dolar AS Rabu (8/4), Asia Kompak Naik
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menyatakan menerima gencatan senjata tersebut.
Melansir Cointelegraph Rabu (8/4/2026), Bitcoin (BTC) yang sebelumnya berada di US$71.487 naik 2,6% dalam satu jam pasca pengumuman, mencapai US$72.339 saat berita ini dipublikasikan, menurut data CoinMarketCap.
Sejarah menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik biasanya menjadi hambatan bagi harga cryptocurrency, sehingga setiap indikasi meredanya konflik kerap memicu reli cepat di pasar.
Kesepakatan ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.
“Sebuah peradaban akan hancur malam ini, dan tak akan pernah bisa dipulihkan. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi,” tulis Trump pada Senin.
Baca Juga: Cek Rekening! Hari Ini Pembayaran Dividen Saham BBCA, Total Dana Rp 41,3 Triliun
Sebelumnya, Bitcoin terakhir kali diperdagangkan di atas US$72.000 pada 18 Maret, di tengah sentimen pasar crypto yang masih tertahan.
Indeks Crypto Fear & Greed, yang mengukur sentimen pasar, menunjukkan skor “Extreme Fear” 11 pada Selasa, menandakan investor masih berhati-hati.
Pada 1 April, Trump menyatakan bahwa AS bisa menuntaskan kampanye militernya di Iran dalam beberapa minggu, mengklaim tujuan menghentikan kemampuan nuklir Iran telah tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













