kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bisnis Mie Instan Jadi Penopang, Intip Rekomendasi Saham ICBP Berikut Ini


Senin, 15 April 2024 / 19:51 WIB
Bisnis Mie Instan Jadi Penopang, Intip Rekomendasi Saham ICBP Berikut Ini
ILUSTRASI. Produk ICBP. (REUTERS/Beawiharta)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan peningkatan penjualan dan laba bersih di sepanjang tahun 2023. Pertumbuhan kinerja diproyeksi bakal tetap berlanjut yang ditopang oleh segmen mie instan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Abyan H. Yuntoharjo memaparkan bahwa pendapatan ICBP meningkat 4,8% Yoy menjadi Rp 67,9 triliun, sementara laba bersih melesat 52,4% YoY menjadi Rp 6,9 triliun yang berada di bawah ekspektasi.

Capaian laba bersih ICBP hanya menyentuh 78,4% dan 78% dari proyeksi setahun penuh Mirae Asset Sekuritas dan konsensus.

Tidak tercapainya proyeksi tersebut disebabkan oleh kerugian non-tunai yang signifikan dan tidak berulang sebesar Rp2,48 triliun pada nilai aset terkait entitas, terutama disebabkan oleh penurunan nilai wajar Dufil Prima Foods Plc. (Nigeria) pada kuartal IV-2023.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 16.000 Per Dolar AS, Ini Saham-Saham yang Bakal Cuan!

Adapun segmen mie instan tampil mengesankan dengan pertumbuhan volume sebesar 3% dan pendapatan meningkat 6,2% YoY menjadi Rp 50,43 triliun di tahun 2023. Segmen ini juga meraih peningkatan margin Ebitda menjadi 25,7% pada 2023 dibandingkan 22,9% pada 2022 seiring dengan normalisasi harga bahan baku.

Namun biaya pengemasan masih tetap tinggi.

Sementara itu, penjualan susu atau dairy mencapai Rp 9,12 triliun dan pendapatan dari makanan ringan mencapai Rp 4,24 triliun.

Kemudian pendapatan dari segmen penyedap makanan berkontribusi sebesar Rp 3,67 triliun, pendapatan dari nutrisi dan makanan khusus menyumbang Rp 1,21 triliun, serta pendapatan dari segmen minuman menyumbang Rp 1,6 triliun.

Meski demikian, Abyan melihat, potensi pertumbuhan dan divergensi segmen bagi ICBP ke depan. Optimisme ini bermula dari ekspektasi pulihnya daya beli seiring potensi penurunan suku bunga pada semester kedua 2024 dan terkendali pasca inflasi Idul Fitri.

Segmen mie instan kemungkinan besar akan mempertahankan lintasan pertumbuhannya. Namun, prospek segmen lainnya beragam dan segmen produk susu diperkirakan terus menghadapi persaingan yang ketat.

“Kami melihat potensi peningkatan kinerja ICBP di tahun mendatang,” ungkap Abyan dalam riset 27 Maret 2024.

Di samping itu, lanjut Abyan, panduan peningkatan manajemen EBITDA sebesar 19-21% menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan ICBP mengelola tekanan biaya dan meningkatkan profitabilitas. Fokus ICBP pada efisiensi operasional dan pencapaian target biaya sebagai persentase penjualan merupakan pertanda positif dalam hal ini.

Inovasi peluncuran produk baru yang berkelanjutan dari Indofood CBP di berbagai divisi dan pasar (baik domestik maupun internasional) pada tahun 2023, juga merupakan indikator positif untuk pertumbuhan di masa depan.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Tumbuh di 2023, Simak Rekomendasi Saham Indofood CBP (ICBP)

ICBP dinilai memiliki inisiatif strategis untuk mendorong pertumbuhan seiring belanja modal meningkat jadi Rp 3,5 triliun yang menunjukkan perluasan kapasitas produksi. Peningkatan alokasi belanja modal ini kemungkinan akan mengatasi permintaan yang terpendam dan perluasan kapasitas yang belum terpakai, pemeliharaan, dan bidang penting lainnya.

Namun, Abyan mewaspadai adanya penurunan nilai aset yang signifikan pada anak perusahaannya yaitu Dufil Prima Foods Plc. di Nigeria salah satunya akibat penurunan nilai tukar. Sementara manajemen ICBP mempertahankan pandangan positif untuk Mesir karena faktor-faktor seperti investasi asing bersih dan peningkatan peringkat kredit, depresiasi mata uang memerlukan pemantauan ketat.

Lanskap persaingan yang sedang berlangsung baik di dalam negeri maupun di luar negeri pasar luar negeri juga membutuhkan perhatian yang cermat. Selain itu, waspadai fluktuasi harga komoditas yang dapat berdampak pada margin.

Abyan merekomendasikan beli untuk ICBP dengan target harga sebesar Rp 13.200 per saham dari sebelumnya Rp 13.000 per saham. Harga saham ICBP terakhir ditutup pada posisi Rp 10.850 pada Jumat (5/4).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×