kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bisnis Erajaya berawal dari lapak di Grogol


Sabtu, 05 Januari 2013 / 09:28 WIB
Bisnis Erajaya berawal dari lapak di Grogol
ILUSTRASI. Stan pengembang Gapura Prima Grup saat pameran Rei Expo 2016 di Jakarta Convenrion Center, Senin (10/10). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/10/10/2016


Reporter: Surtan PH Siahaan | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Pergerakan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) cukup atraktif. Semenjak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ERAA terus menanjak. ERAA bahkan sempat di Rp 2.925 per saham. Padahal harga perdana 14 Desember 2011 di Rp 1.000. Jumat (4/1) harga ERAA di Rp 2.775 per saham.

Pemegang saham pengendali Erajaya Swasembada adalah PT Eralink International. Sebuah perusahaan di bidang perdagangan yang didirikan Budiarto Halim, mantan CEO PT KIA Mobil Indonesia di 1996.

Erajaya dibangun dari nol oleh Budiarto dan kakak iparnya, Ardy Hady Wijaya. Keduanya, kemudian membuka lapak penjualan handphone di kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Bisnis tersebut kemudian berkembang pesat. Bahkan, saat ini Erajaya mempunyai delapan anak usaha, seperti Tele Artha Mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×