kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bisnis emiten sektor mamin akan jalani tahun berat, ini penjelasan analis


Minggu, 08 Maret 2020 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan Industri Retail 2019: Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Selasa (16/1). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memprediksi tahun 2019 industri ritel akan tumbuh sekitar 12%. KONTAN/Baihaki/15/1/2019


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten sektor makanan dan minuman (mamin) diperkirakan akan menjalani tahun yang penuh tantangan pada 2020 ini. Beberapa analis melihat perkembangan yang terjadi saat ini justru semakin membuat emiten sektor makanan dan minuman semakin tersudutkan.

Analis BNI Sekuritas William Siregar mengatakan, target dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) untuk pertumbuhan industri makanan dan minuman yang mencapai 8%-9% pada tahun ini akan sulit tercapai.

Baca Juga: Siapkan capex US$ 50 juta di 2020, ini rencana bisnis Indo Tambangraya Megah (ITMG)

“Saya melihatnya punya kecenderungannya masih akan lebih rendah dari 2019, atau di kisaran 6%-7% saja,” kata William kepada Kontan.co.id, Minggu (8/3).

William menambahkan, faktor yang akan menekan kinerja emiten sektor makanan dan minuman adalah lemahnya sentimen konsumsi, serta beberapa imbas kenaikan tarif barang-barang di industri fast moving consumer goods (FMCG) itu sendiri.

William juga melihat kenaikan harga LPG dan BPJS juga bisa menjadi faktor turunnya konsumsi di tahun 2020 ini.

Baca Juga: Antisipasi penurunan penonton, Graha Layar Prima (BLTZ) lakukan hal ini

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Michael Wilson Setjoadi juga punya pendapat yang sama. Secara fundamental, sektor makanan dan minuman juga dalam posisi yang kurang baik setelah adanya persebaran virus corona.




TERBARU

[X]
×