kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bidik Marketing Sales Rp 5 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Summarecon Agung (SMRA)


Kamis, 03 Maret 2022 / 15:32 WIB
Bidik Marketing Sales Rp 5 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Summarecon Agung (SMRA)
ILUSTRASI. Hasil dari semua komitmen ini tercermin dari Cluster Morizen Summarecon Bekasi Tahap 1 yang sudah mulai diserahterimakan pertama kali pada 16 Oktober 2021, dilakukan lebih awal dari yang dijadwalkan seharusnya, yaitu pada bulan November 2021.  


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

“Kami perkirakan SMRA dapat mencapai marketing sales Rp 5 triliun sesuai target dari manajemen, kami juga proyeksikan pendapatan dapat mencapai Rp 6 triliun dengan laba Rp 490 miliar pada tahun 2022 ini,” papar Pandu, Kamis (3/3).

Adapun sentimen lain yang perlu diperhatikan SMRA untuk tahun ini yaitu kebijakan tapering yang mulai dijalankan oleh BI dan potensi kenaikan suku bunga yang dapat menghambat pertumbuhan penjualan. Apalagi, selama ini sektor properti dianggap paling sensitif terhadap perubahan suku bunga.

“Untuk kuartal pertama tahun ini seharusnya masih aman, namun memasuki kuartal kedua perlu lebih memperhatikan apakah ada perlambatan terhadap marketing sales atau tidak,” tambah Pandu.

Baca Juga: Saham Emiten Properti Menghijau Pekan Lalu, Analis Rekomendasikan Saham-Saham Ini

Sekarang ini, SMRA diperdagangkan pada PBV 1,3 kali, angka ini lebih rendah dibanding PBV tiga taun terakhir sekitar 1.8 kali. Pandu menuturkan, saham SMRA masih relatif murah dengan target wajarnya sekitar Rp 950.

“Jika dilihat dari discount to RNAV saat ini juga masih di bawah rata-rata 5 tahun terakhir di sekitar 70%, sekarang masih diperdagangkan pada tingkat discount to RNAV sekitar 80%,” jelasnya.

Pandu menargetkan SMRA dapat mencapai harga Rp 1.035 untuk 12 bulan ke depan. Ia bilang, ada potensial upside hingga 50% sehingga posisi saat ini cukup menarik untuk dikoleksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×