kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI: Rupiah menguat bukan karena fixing


Jumat, 01 Februari 2013 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah prioritas di kantor cabang Pegadaian Jakarta, Kamis (23/9). pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/09/2021.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bank Indonesia menyatakan, penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat bukan karena fixing. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menyatakan, penguatan rupiah ternyata karena pasokan dollar lebih besar ketimbang permintaan.

Selain itu, dia mengatakan, adanya arus dana asing yang masuk (capital inflow). "Itu yang menyebabkan rupiah cenderung menguat dalam 2 minggu terakhir," jelasnya, Jumat (1/2).

Seperti diketahui, untuk pertama kali dalam enam pekan terakhir, nilai tukar rupiah di pasar onshore dan offshore menunjukkan angka yang seragam. Pada pukul 12.26, nilai tukar rupiah di pasar spot berada di level 9.770 per dollar AS atau melemah 0,3%. Sementara, nilai kontrak non deliverable forward (NDF) rupiah menguat 0,3% menjadi 9.769 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×