kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BI rate dipangkas, rupiah pun tergelincir 0,5%


Kamis, 09 Februari 2012 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Prediksi Southampton vs Chelsea di Liga Inggris: Kans kejar duo Manchester


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah tergelincir setelah Bank Indonesia tak terduga menurunkan suku bunga acuan (BI Rate), hari ini. Sementara, harga obligasi terus menanjak untuk hari yang kesebelas.

Di pasar spot, rupiah diperdagangkan melemah 0,5% ke posisi Rp 8.972 per dollar AS pada pukul 14.22 WIB. Padahal, pada perdagangan pagi, mata uang Garuda ini sempat menguat 0,4% ke level Rp 8.900 per dollar AS.

Kamis (9/2) siang, BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Sebelumnya, dari survei 15 ekonom yang dilakukan Bloomberg, hanya empat ekonom yang memprediksi penurunan bunga acuan ini.

"Pemangkasan suku bunga berimbas negatif untuk mata uang," kata Berguna Yunianto, analis pendapatan tetap dari Mandiri Sekuritas.

Namun, Berguno bilang, harga obligasi terus reli dalam beberapa hari terakhir, karena beberapa investor mengantisipasi penurunan suku bunga. "Juga banyak minat dari investor asing terhadap aset Indonesia," imbuhnya.

Siang ini, data Inter-Dealer Market Association menunjukkan, yield obligasi pemerintah yang jatuh tempo Mei 2022 turun 8 basis poin ke level 5,10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×