Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) kembali memperluas portofolio bisnisnya di sektor pertambangan melalui akuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi. Akuisisi dilakukan melalui anak usaha BIKE, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE).
Direktur BIKE Muhamad Kuswandi dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (12/10/2026) menyampaikan, PT Sumber Bara Abadi merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
"Berdasarkan data registri Minerba Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perusahaan tersebut memiliki izin operasi produksi dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017,” tulis Kuswandi.
Baca Juga: Bhineka Inovasi (BIKE) Akuisisi 72% Saham Berau Usaha Mandiri
Wilayah operasional tambang PT Sumber Bara Abadi mencakup area seluas 4.909 hektare yang berada di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu aktivitas operasionalnya tercatat di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu.
Kuswandi menyebutkan, tambang tersebut memiliki kandungan batubara sekitar 86 juta metrik ton. Dengan rata-rata produksi 2 juta metrik ton per tahun, BIKE memproyeksikan pendapatan sebesar US$ 84 juta. Perusahaan juga menargetkan peningkatan produksi menjadi 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.
Akuisisi ini turut mencakup fasilitas pelabuhan, inventaris conveyor belt, kantor, serta peralatan lainnya. Menurut Kuswandi, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi BIKE untuk memperkuat portofolio bisnis sekaligus mengamankan rantai pasok.
BIKE juga melihat potensi untuk mengoptimalkan pengelolaan aset tambang melalui penerapan keahlian teknologi dan manajemen guna meningkatkan efisiensi produksi.
Sebelumnya, perusahaan ini juga telah mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan BIKE.
BUM memiliki area tambang sekitar 500 hektare di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari area yang telah dieksplorasi sekitar 400 hektare, tercatat Cadangan terbukti sekitar 22 juta metrik ton batu bara. BIKE menargetkan tambang ini bisa produksi sekitar 1,5 -2,5 juta metrik ton per tahun.
Harga saham BIKE ditutup naik 24,77% di level Rp 2.670 per saham pada Senin (12/10/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














