Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) siap melakukan pelunasan pokok untuk surat utang jatuh tempo.
Corporate Secretary SMRA Lydia Tjio mengatakan, SMRA akan melakukan pembayaran pelunasan efek untuk Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 Seri A.
Surat utang itu memiliki nilai Rp 468 miliar dengan tingkat bunga 7,35%. “Tanggal pembayaran pada 19 Oktober 2026,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Emiten CPO Grup Salim Angkat Suara Terkait Dampak Karhutla ke Kinerja
Sebagai informasi, surat utang tersebut merupakan bagian dari aksi penawaran Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp 900 miliar.
Obligasi Berkelanjutan IV Summarecon Agung Tahap II Tahun 2023 diterbitkan dengan dua seri.
Seri A bernilai pokok Rp 468 miliar dengan bunga 7,35%. Jangka waktunya tiga tahun.
Sementara Seri B bernilai pokok Rp 432 miliar dengan bunga 8%. Jangka waktunya lima tahun.
Sepanjang semester I 2026, SMRA membukukan pendapatan neto sebesar Rp 4,25 triliun per 30 Juni 2026, turun 7,18% dari Rp 4,58 triliun pada periode sama tahun lalu.
Laba bersih tercatat sebesar Rp 332,38 miliar per semester I 2026, turun 33,98% YoY.
Pada periode ini, SMRA punya total aset Rp 41,30 triliun. Ini naik dari Rp 38,34 triliun per 31 Desember 2025.
Total liabilitas AMRA sebesar Rp 24,91 triliun di akhir Juni 2026, naik dari Rp 22,33 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 16,39 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 16 triliun di akhir tahun 2025.
SMRA juga memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 4,83 triliun di akhir Juni 2026, naik dari Rp 3,74 triliun di periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Pasar Saham Amblas Imbas Pengumuman MSCI, Ini Saran untuk Investor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














