Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.160
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS663.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bergantung pada pergerakan Astra (ASII), begini prospek saham aneka industri

Rabu, 23 Januari 2019 / 20:05 WIB

Bergantung pada pergerakan Astra (ASII), begini prospek saham aneka industri
ILUSTRASI. Produk otomotif grup Astra International

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menguat 4,14%. Namun, tidak semua sektor saham bergerak sekuat kenaikan indeks tersebut.

Sebut saja indeks saham sektor aneka industri yang sepanjang 2019, penguatannya baru 0,83%. Angka tersebut, jadi yang paling rendah dibandingkan indeks sektor lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, prospek indeks saham aneka industri cenderung sulit untuk menguat signifikan. Ini karena, hampir 80% bobot indeks saham aneka industri berasal dari saham PT Astra International Tbk (ASII). Sedangkan berdasarkan data RTI, secara year to date (ytd) saham ASII cenderung terkoreksi sebanyak 0,61%.

"Saham ASII juga masih konsolidasi di area Rp 7.950-Rp 8.400. Jadi tidak mungkin bisa gerakan indeks sektor aneka industri," kata Achmad kepada Kontan.co.id, Rabu (23/1).

Selebihnya, Achmad mengatakan bobot saham saham di sektor aneka industri rata rata hanya 2,5%. Hal ini semakin membuat sektor aneka industri belum akan naik signifikan, meskipun saham sahamnya mengalami penguatan.

"Memang harus ASII yang bergerak kencang, kalau mau sektor itu bergerak," jelasnya.

Di luar prospek indeks aneka industri, Achmad menilai prospek saham sahamnya masih cukup baik. Misalnya saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) yang baru saja mendapat tambahan dana baru, serta PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang sempat diuntungkan dari pelemahan rupiah.

Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang juga anak usaha dari ASII menurut Achmad masih memiliki kinerja yang positif, meski perlu diakui sahamnya kurang likuid. "Rekomendasi kami ada ASII, GMFI, MASA, IMAS dan GJTL," ungkapnya.

Investor juga disarankan bisa masuk ke beberapa saham seperti tersebut. Strateginya, investor bisa masuk ke ASII saat dia bergerak di area Rp 7.900 hingga Rp 8.100. 

Pada Rabu (23/1) saham ASII ditutup melemah 0,30% di level Rp 8.175. Sedangkan untuk saham MASA, GJTL dan GMFI, BCA Sekuritas menyarankan untuk trading.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0771 || diagnostic_web = 4.9368

Close [X]
×