kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Beralih ke segmen hilir, Tunas Baru Lampung (TBLA) ubah klasifikasi subsektor usaha


Jumat, 08 November 2019 / 15:07 WIB

Beralih ke segmen hilir, Tunas Baru Lampung (TBLA) ubah klasifikasi subsektor usaha
ILUSTRASI. PT Tunas Baru Lampung Tbk TBLA, produsen gula dan minyak goreng Rose Brand.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mengubah klasifikasi subsektor usahanya menjadi industri barang konsumen serta makanan dan minuman, dari sebelumnya pertanian dan perkebunan. 
Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/11), perubahan klasifikasi ini belaku efektif mulai tanggal 23 September 2019. 

Sekretaris Perusahaan PT Tunas Baru Lampung Tbk Hardy mengatakan, perubahan ini dilakukan karena penjualan TBLA saat ini lebih banyak pada segmen hilir. "Kami banyak jual minyak goreng, biodiesel dan gula," kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (8/11). 

Baca Juga: Pemegang Saham di TBLA Tambah Kepemilikan di BUDI

Perubahan ini merupakan inisiatif dari perusahaan setelah melakukan evaluasi. Menurut dia, pergantian klasifikasi ini tidak memiliki dampak pada kinerja bisnis ke depannya. 

Hardy menyebutkan, per Juni 2019, penjualan segmen hilir atau consumer goods mencakup 81% dari total penjualan yang sebesar Rp 4,12 triliun. Sementara itu, penjualan bisnis hilir mencakup 19%-nya. 

Baca Juga: Tunas Baru Lampung (TBLA) memburu pendapatan Rp 9 triliun tahun ini

Per September 2019, TBLA mencatatkan pendapatan Rp 6,34 triliun atau naik 0,79% dari periode sama tahun 2018 yang sebesar Rp 6,29 triliun. Produk pabrikasi dan turunan dari pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit berkontribusi 68,10% dari total pendapatan, sementara sisanya berasal dari penjualan produk pabrikasi dan sampingan dari pengolahan gula. 

Di sisi lain, laba bersih TBLA per September 2019 turun 6,7% secara tahunan menjadi Rp 501,77 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, perusahaan ini masih mencatatkan laba bersih Rp 537,69 miliar.

 


Reporter: Nur Qolbi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan


Close [X]
×