kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Beku 30 Bulan, Onix Capital (OCAP) Antre Delisting


Kamis, 02 Maret 2023 / 13:32 WIB
Beku 30 Bulan, Onix Capital (OCAP) Antre Delisting
ILUSTRASI. PT Onix Capital Tbk (OCAP).


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya potensi delisting perusahaan tercatat PT Onix Capital Tbk (OCAP). Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan mengatakan, saham OCAP telah disuspensi selama 30 bulan.

Mengutip keterbukaan informasi, BEI menuliskan penghapusan emiten ini bisa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Berdasarkan Pengumuman Bursa No.: Peng-SPT-00024/BEI.PP3/09-2020 tanggal 1 September 2020 perihal Penghentian Sementara Perdagangan OCAP serta Peraturan Bursa No.: I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila ketentuan III.3.1.1, mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Baca Juga: Onix Capital (OCAP) Ganti Direksi, Fokus Benahi Penutupan Anak Usahanya

"Ketentuan III.3.1.2, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (2/3).

Per 31 Januari 2023, pemegang saham Onix Capital, antara lain UOB Kay Hian Ltd 122 juta lembar alias 45%, Hardjanto A 21 juta eksemplar 8%, Djajusman Suryowijono 95 juta lembar setara 35%, dan masyarakat 32 juta lembar atau 12%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×