Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat reformasi transparansi pasar modal Indonesia melalui pengayaan data kepemilikan saham dengan informasi yang lebih terperinci serta perluasan cakupan metodologi kepemilikan saham konsentrasi tinggi/high shareholding concentration (HSC).
Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar, memperkuat perlindungan investor, serta meningkatkan kualitas informasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
P.H. Sekretaris Perusahaan Aulia Noviana Utami Putri mengatakan, pada aspek data kepemilikan saham, BEI dan KSEI kini melengkapi data berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor dengan informasi tambahan berupa kepemilikan lokal dan asing.
"Penambahan tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Informasi kepemilikan saham tersebut telah didistribusikan secara konsisten oleh BEI dan KSEI setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui website BEI," kata Aulia dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026) lalu.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,94% ke 5.975 di Sesi I Senin (12/10), GOTO, CUAN, EXCL Top Losers LQ45
Perluas Cakupan Saham
Selain itu, BEI dan KSEI kembali menyempurnakan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek reviu.
Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.
Melalui penyempurnaan ini, cakupan review diperluas dengan menggunakan price impact ratio hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun.
Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
BEI dan KSEI berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas dan keandalan data pasar sesuai dengan praktik terbaik global serta masukan dari investor dan penyedia indeks global.
Ketersediaan informasi yang semakin lengkap dan terperinci dapat memberikan referensi yang lebih akurat bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Tertekan dalam Jangka Pendek, Cermati Sentimen Penekannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













