kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BEI: Emiten paparan publik jika saham berfluktuasi


Rabu, 22 Februari 2017 / 16:01 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta emiten yang tercatat di bursa untuk melakukan paparan ke publik jika harga saham bergerak tidak seperti biasanya. Hal ini supaya investor bisa tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini menyampaikan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan meminta emiten untuk menggelar mini expose untuk menjelaskan ke publik kenapa sahamnya tiba-tiba bergerak dengan fluktuasi tinggi.

“Nantinya emitennya kita panggil untuk melakukan mini ekspos jelaskan semua ke public,” ujarnya, Rabu (22/2).

Jika informasi itu sudah dijelaskan semuanya ke publik, menurut Hamdi pihaknya akan melepas sepenuhnya kepada investor untuk melakukan investasi di saham tersebut atau tidak. Jadi ketika pengumuman itu sudah dilakukan ternyata masih ada investor yang mau investasi itu pilihan investor tidak lagi di intervensi.

Sebelumnya, tindakan kepada emiten yang sahamnya bergerak tidak seperti biasanya dan dengan tanpa adanya penjelasan yaitu dengan menerbitkan UMA (unusual market activity). Dan jika sahamnya terus bergejolak maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan yaitu penghentian perdagangan saham sementara (suspense) dalam rangka cooling down.

Jika setelah suspense cooling down saham masih bergerak tidak wajar, menurut Hamdi pihaknya akan mengambil jalan untuk melakukan suspensi selama satu siklus atau selama haru bursa ketiga setelah terjadinya transaksi (T+3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×