kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.933   20,00   0,11%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BEI: Borneo Lumbung Energi sudah terancam delisting


Jumat, 09 Februari 2018 / 15:34 WIB
ILUSTRASI. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) belum membuka gembok suspensi saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). Otoritas bursa menyatakan, saat ini, BORN belum melaporkan laporan keuangan ke BEI.

Selain itu, restrukturasi BORN juga masih terkendala di Mahkamah Agung. Meski demikian, Direktur BEI Samsul Hidayat mengatakan, pihak BORN masih berkomunikasi dengan BEI.

"Masih ada itikad baik dari mereka supaya bisa bertahan," kata Samsul, Jumat (9/2).

Tetapi, lanjut Samsul, secara periode, BORN sebenarnya sudah terancam delisting. Apalagi satu-satunya anak usaha BORN, yakni PT Asmin Koalindo Tuhup, sudah ditutup izin pertambangannya, sehingga BORN saat ini sudah tak memiliki pemasukan lagi.

"Lebih menguatkan lagi kalau sudah tak layak (untuk masih ada di bursa)," ujarnya.

Sebagai informasi, perdagangan efek BORN disuspensi di pasar reguler dan tunai sejak 3 Juni 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×