kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Nasib Emiten BUMN Karya Usai Wijaya Karya (WIKA) Meneken MRA


Rabu, 24 Januari 2024 / 19:22 WIB
Begini Nasib Emiten BUMN Karya Usai Wijaya Karya (WIKA) Meneken MRA
ILUSTRASI. Wijaya Karya (WIKA) dan 11 lembaga keuangan menyepakati Master Restructuring Agreement dengan nilai outstanding Rp 20,58 triliun.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib BUMN Karya masih diliputi awan mendung di tengah upaya restrukturisasi utang. Terbaru, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan 11 lembaga keuangan menyepakati Master Restructuring Agreement (MRA) dengan nilai outstanding sebesar Rp 20,58 triliun. Nilai ini setara dengan jumlah 87,1% dari utang yang direstrukturisasi per 23 Januari 2024. 

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA Adityo Kusumo dan Direktur HC Management WIKA Hadjar Seti Aji bersama pimpinan lembaga keuangan serta disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito di Jakarta, Selasa (23/1).

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, tercapainya kesepakatan tersebut menjadi satu langkah maju dalam proses restrukturisasi keuangan sekaligus mengakselerasi laju penyehatan WIKA.

"Kesepakatan ini menunjukkan bahwa upaya penyehatan WIKA mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Kementerian BUMN serta para lembaga keuangan yang bekerja sama dengan WIKA selama ini. Mereka percaya bahwa WIKA mampu untuk pulih dan mau ambil andil dalam gerakan tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/1).

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Gelar Rights Issue untuk Serap PMN, Cermati Penggunaan Dananya

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, finalisasi MRA WIKA tidak akan berpengaruh ke kinerja WIKA, terutama kinerja saham.

“Tidak berpengaruh, apalagi saham WIKA masih disuspensi, sehingga tidak bisa diperdagangkan di pasar,” kata Arjun kepada Kontan.co.id, Rabu (24/1).

Nasib WIKA saat ini dinilai juga sudah mirip dengan sesama BUMN Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Sebab, tren kinerja sahamnya sudah mirip sejak waktu cukup lama.

“Sentimen terhadap kedua emiten itu juga sama, sehingga tidak menjadi pilihan menarik sebagai investor,” ungkap dia.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Menggelar Rights Issue Untuk Menerima Setoran PMN

Arjun melihat, prospek jangka panjang emiten BUMN Karya juga masih suram. Sebab, para emiten BUMN Karya secara umum mengalami banyak masalah dari dugaan korupsi, tata kelola perusahaan yang kurang tepat atau profesional, hingga adanya PKPU. Sentimen dari restrukturisasi juga hanya meringankan beban secara sementara. 

”Kinerja fundamentalnya juga cukup buruk, karena sejumlah emiten ruginya makin besar. Restrukturisasi belum akan mengubah kinerja fundamental secara jangka panjang,” tutur dia.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, restrukturisasi dapat menyelamatkan BUMN Karya dalam jangka pendek. Tetapi masalah fundamental emiten BUMN Karya, yaitu likuiditas, beban bunga, ketersediaan kas, dan rasio utang harus tetap dibereskan secepatnya atau setidaknya dalam jangka menengah.

“Jika tidak, mungkin saja WIKA contohnya, bisa bernasib seperti WSKT,” kata Budi kepada Kontan.co.id, Rabu (24/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×