kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.021   4,00   0,02%
  • IDX 7.054   -37,89   -0,53%
  • KOMPAS100 971   -5,66   -0,58%
  • LQ45 715   -2,35   -0,33%
  • ISSI 251   -1,80   -0,71%
  • IDX30 389   0,04   0,01%
  • IDXHIDIV20 488   -1,36   -0,28%
  • IDX80 110   -0,56   -0,51%
  • IDXV30 135   -1,10   -0,80%
  • IDXQ30 127   0,07   0,06%

Begini Capaian Operasional Merdeka Copper Gold (MDKA) padaTahun 2025


Selasa, 31 Maret 2026 / 11:03 WIB
Begini Capaian Operasional Merdeka Copper Gold (MDKA) padaTahun 2025
ILUSTRASI. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan kinerja keuangan terkonsolidasi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.(DOK/MDKA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan kinerja keuangan terkonsolidasi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Kinerja keuangan ini mencerminkan peningkatan skala operasi serta kemajuan signifikan dalam pengembangan proyekproyek strategis yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan Merdeka Group pada masa depan.

Sepanjang 2025, MDKA membukukan pendapatan sebesar US$ 1,89 miliar atau turun 15,63% year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

MDKA juga mencetak EBITDA sebesar US$ 373 juta yang didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) emas sebesar 32% yoy dan peningkatan produksi bijih nikel sebesar 44% yoy, sekaligus mencerminkan peningkatan skala operasi dan kemajuan signifikan proyek strategis perusahaan.

Baca Juga: Usai Diakuisisi INET, Begini Strategi PADA Membalik Rugi Jadi Laba

Kontribusi dari portofolio bisnis yang terdiversifikasi terus menjadi fondasi utama kinerja MDKA. Pada 2025, Tambang Emas Tujuh Bukit yang menghasilkan 103.156 ounces emas. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan operasi tambang dan fasilitas pengolahan Tambang Emas Pani pada 2025.

Memasuki 2026, Tambang Emas Pani memulai produksi emas perdana pada 14 Februari 2026 serta merealisasikan penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada 16 Maret 2026, menandai dimulainya fase produksi dan monetisasi yang akan mendukung peningkatan kinerja keuangan secara signifikan ke depan.

Didukung oleh rencana produksi emas dari EMAS serta struktur biaya yang kompetitif, kontribusi segmen emas terhadap produksi dan arus kas Merdeka Group pada masa mendatang akan meningkat secara signifikan.

Pada 2026, EMAS menargetkan produksi 100.000-115.000 ounces emas di samping produksi berkelanjutan dari Tambang Emas Tujuh Bukit sebesar 80.000–90.000 ounces.

Baca Juga: Personel Alih Daya (PADA) Membalikan Rugi Jadi Laba Bersih pada 2025

Di segmen nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha MDKA lainnya, terus menunjukkan kinerja operasional yang solid dengan proyek-proyek utama berjalan sesuai rencana.

Sepanjang 2025, produksi tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meningkat kuat, dengan produksi saprolit mencapai sekitar 7 juta wet metric tonnes (wmt) dan limonit sekitar 14,7 juta wmt.

Pengembangan fasilitas hilirisasi juga terus berjalan sesuai rencana. Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia, anak usaha MBMA, berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh.

Sementara pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Sulawesi Nickel Cobalt dengan kapasitas terpasang sebesar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP terus berjalan sesuai jadwal dengan commissioning lini produksi pertama pada pertengahan 2026.

Sepanjang 2025, MBMA tetap menjaga kinerja yang solid melalui peningkatan volume produksi, efisiensi operasional, serta disiplin biaya memperkuat posisi perusahaan dalam rantai nilai bahan baku baterai.

Untuk 2026, MBMA merencanakan peningkatan produksi bijih saprolit menjadi 8-10 juta wmt, sementara produksi bijih limonit ditargetkan di kisaran 20-25 juta wmt. MBMA memperkirakan efisiensi biaya lebih lanjut seiring dengan peningkatan pasokan SCM hingga mencapai swasembada bijih saprolit 100% untuk ketiga pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) MBMA pada 2026.

Baca Juga: Didorong Ekspansi dan Infrastruktur, Kinerja Sinergi Inti (INET) Melesat di 2025

Kontribusi dari segmen tembaga juga tetap stabil dengan Tambang Tembaga Wetar menghasilkan arus kas yang konsisten sepanjang 2025. Sementara itu, Proyek Tembaga Tujuh Bukit terus mencatat kemajuan yang memperkuat visibilitas pengembangan jangka panjang sebagai salah satu proyek tembaga-emas berskala besar yang belum dikembangkan secara global.

Tahun 2025 merupakan periode penting bagi MDKA dalam memperkuat fondasi operasional serta menyelesaikan berbagai proyek strategis. Dengan diversifikasi portofolio, posisi likuiditas yang kuat, serta proyek strategis yang akan beroperasi di 2026, MDKA berada pada posisi yang solid untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Dimulainya produksi dari Tambang Emas Pani serta peningkatan skala bisnis nikel diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi dan arus kas dalam jangka menengah.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menyatakan, sepanjang 2025, Merdeka Group terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan skala operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis.

"Dengan kemajuan signifikan di seluruh proyek kami dan kontribusi yang semakin kuat dari entitas anak usaha, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

MDKA juga terus memperkuat implementasi prinsip ESG melalui peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta pengembangan masyarakat, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×