kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.765
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS609.032 0,50%

BDMN akan Terbitkan Obligasi Maksimal Rp 5 Triliun

Jumat, 16 Juli 2010 / 08:15 WIB

BDMN akan Terbitkan Obligasi Maksimal Rp 5 Triliun



JAKARTA. Penerbitan surat utang atau obligasi masih menjadi pilihan menarik bagi korporasi sebagai modal untuk melakukan ekspansi. Hal ini juga ditempuh oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Rencananya, BDMN akan menerbitkan obligasi maksimal Rp 5 triliun.

Penerbitan itu dipecah menjadi dua yaitu untuk BDMN dengan nominal penerbitan antara Rp 2 hingga Rp 3 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun akan diterbitkan oleh anak usaha BDMN yaitu PT Adira Finance.

Sayangnya, BDMN belum mematok kupon obligasi tersebut. Namun dananya akan digunakan untuk memperlancar penyaluran kredit. "Penerbitan ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis Danamon dan Adira, manajemen terus menerapkan strategi pengelolaan pendanaan dan likuiditas yang beragam dan dinilai aman," jelas Zsa Zsa Yusharyahya, Head of Public Affairs Danamon kemarin (15/7).

Analis menilai, penerbitan obligasi ini akan berpengaruh terhadap saham BDMN. "Dengan penambahan likuiditas dari penerbitan obligasi maka struktur permodalan BDMN bisa bertambah," jelas Robby Hafil, Analis Sucorinvest Central Gani.

Bisa menjadi beban

Analis PT Andalan Artha Advisindo, A.G. Pahlevi menilai penerbitan obligasi tersebut dapat menjadi beban keuangan BDMN. Sebab emiten tersebut harus membayar bunga obligasi yang besarnya biasanya di atas bunga deposito.

Namun ia memberi catatan, jika dana hasil obligasi tersebut dapat membuat penyaluran kredit BDMN bisa melaju lebih kencang, maka beban bunga itu bisa menjadi tak berarti.

Sedangkan Teddy Oetomo, Analis Credit Suisse optimis potensi penyaluran kredit BDMN bisa meningkat. "Kondisi perekonomian mulai tumbuh," katanya.

Selain itu, niat BDMN untuk lebih banyak menyasar sektor ritel dan UKM bisa membuat keuntungan BDMN lebih baik. Pasalnya menyalurkan kredit ke sektor tersebut lebih menguntungkan dengan resiko kredit macet yang relatif lebih rendah.

Pada kuartal pertama 2010 kucuran kredit mikro naik 5% dari kuartal sebelumnya menjadi Rp 12,8 miliar. Sedangkan pembiayaan kendaraan bermotor dari Adira Finance mencapai Rp 20,4 miliar atau menyumbang 27 persen dari total kredit BDMN. "Tingkat kredit macetnya masih cukup terjaga," kata Teddy. NPL BDMN hanya 1,84%

Sebab itu, meskipun penerbitan obligasi dapat membenai BDMN, namun dengan diimbangi pendapatan yang tinggi, Teddy merekomendasikan beli saham BDMN. "Target harga Rp 6.700 per saham," katanya.

Sedangkan Robby menilai harga BDMN saat ini sudah terlampau mahal. Ia menduga harga saham tersebut akan terkoreksi. "Target harga wajar BDMN selama 12 bulan mendatang sebesar Rp 4.750," katanya. Oleh sebab itu Robby merekomendasikan jual saham BDMN.

Sedangkan Pahlevi memperkirakan laba BDMN masih bisa meningkat.Tahun ini ia memperkirakan mencapai Rp 3,09 triliun dibandingkan dengan tahun lalu yang senilai Rp 1,53 triliun. Namun dengan harga saat ini, Pahlevi merekomendasikan tahan. "Target harga saham Danamon Rp 6.300," ucapnya.


Sumber : KONTAN
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0029 || diagnostic_api_kanan = 0.4956 || diagnostic_web = 2.2742

Close [X]
×