kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Batubara tertekan sepekan terakhir


Minggu, 12 November 2017 / 19:43 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak menyentuh level tertingginya pada US$ 99,50 per metrik ton pada awal bulan lalu komoditas batubara sepertinya sulit kembali bangkit. Dalam sepekan terakhir harga emas hitam itu malah menunjukkan tren penurunan.

Mengutip Bloomberg, harga batubara pada penutupan perdagangan Jumat (10/11) di ICE Futures Exchange kontrak pengiriman Desember 2017 tercatat melemah 0,21% ke level US$ 96,40 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Jika dibandingkan sepekan terakhir harganya sudah melemah hingga 1,73%.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis Central Capital Futures melihat trend penurunan ini memang wajar terjadi. Apalagi batubara sudah hampir menembus level US$ 100 per metrik ton.

Menurutnya ketika harga sudah berada di level US$ 90 pergerakannya rentan koreksi. “Koreksinya hanya dipekan ini, setelahnya pasti akan membaik,” ujarnya kepada Kontan akhir pekan ini.

Ia menebak memasuki awal pekan depan harganya akan kembali merangkak naik lagi. Walaupun tertekan selama sepekan sebenarnya secara fundamental batubara masih disokong oleh sentimen positif. Dalam perhitungannya selama kuartal IV harga emas hitam ini bisa berada di rentang US$ 90 – US$ 110 per metrik ton.

Keyakinan serupa juga diungkapkan oleh Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka. Ia pun menyebut koreksi batubara terjadi karena telah menguat terlalu tinggi. Wajar terjadi kalau pasar akhirnya melakukan aksi ambil untung.

Namun menurutnya pelemahan harga batubara ini tak lepas dari trend penguatan mata uang dollar Amerika Serikat (AS). Penguatan greenback cenderung membuat harga batubara melemah. Sejak akhir Oktober index dollar AS sempat bergerak naik menembus level 94,49.

“Namun Senin (13/11) batubara kembali naik seiring penguatan harga minyak jelang pertemuan OPEC,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×