kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Batubara tak melemah meski prospek tak cerah


Kamis, 30 Juni 2016 / 08:03 WIB
Batubara tak melemah meski prospek tak cerah


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski terus digempur dengan isu lingkungan, permintaan batubara masih terjaga. Harga komoditas energi ini bergerak positif. Mengutip Bloomberg, pada Selasa (28/6), harga batubara kontrak pengiriman Agustus 2016 di ICE Futures Europe mencapai US$ 56,40 per metrik ton. Angka ini lebih tinggi 1,07% dibanding hari sebelumnya.

Deddy Yusuf Siregar, Research & Analyst Asia Tradepoint Futures, mengatakan, faktor fundamental batubara sebenarnya tidak banyak berubah. Para pengguna batubara masih berupaya mengurangi penggunaan komoditas energi ini, karena alasan lingkungan.

Kendati begitu, permintaan batubara diprediksi masih tinggi. “Kebutuhan batubara Indonesia dan Filipina masih tinggi,” ujar Deddy. Konsumsi batubara Indonesia meningkat untuk pembangunan pembangkit listrik. Di empat bulan pertama 2016, konsumsi Indonesia sudah naik 35% jadi 24,5 juta ton.

Kementerian Sumber Daya Mineral dan Energi Indonesia memprediksi konsumsi batubara bisa naik jadi 100 juta ton tahun ini. Dalam lima tahun, permintaan batubara Indonesia bisa naik sekitar 88%. Dari Filipina, permintaan batubara diprediksi mencapai 16,4 juta ton.

“Saat ini Filipina berupaya mencari alternatif impor batubara selain Indonesia untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi,” kata Deddy.

Wahyu Tri Wibowo, analis Central Capital Futures, menilai, pergerakan harga batubara cukup stabil. Terutama berkat dukungan tren harga minyak yang membaik. “Sentimennya positif, jadi harga masih bisa naik di perdagangan Kamis (30/6),” ujar Wahyu.

Tapi jangka panjang, harga batubara akan tetap bergerak dalam rentang sempit di kisaran US$ 40–US$ 60 per ton. Maklum, sejumlah konsumen mengurangi penggunaan batubara. China misalnya, akan memangkas produksi batubara sekitar 280 juta ton tahun ini.

Hari ini, Deddy memprediksi harga batubara akan bergerak naik di kisaran US$ 56,00–US$ 57,50 per metrik ton. Sepekan ke depan, harga batubara akan bergerak di rentang US$ 55,80–US$ 58,00 per metrik ton. Sedang prediksi Wahyu, harga batubara hari ini di kisaran US$ 54,90–US$ 56,55 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×