kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Batubara bisa mencapai US$ 100 di akhir 2017


Kamis, 26 Oktober 2017 / 19:41 WIB


Reporter: Nathania Pessak, Nathania Pessak | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas batubara mulai bergerak naik. Emas hitam ini mendapat sokongan fakor cuaca, setelah sempat melorot dari level tertinggi empat tahun yang dicetak pada pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Rabu (25/10), harga batubara pengiriman Januari 2018 di ICE Futures Exchange melambung 0,47% ke level US$ 96,00 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Namun, dibanding posisi rekor pekan lalu, harganya masih terkikis 1,28%.

Sebelumnya, batubara sempat bertengger di level US$ 97,25 per metrik ton pada 18 Oktober lalu. Ini harga tertinggi sejak Juli 2013.

Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menilai, kenaikan harga batubara merupakan awal dari peningkatan permintaan jelang musim dingin. "Biasanya musim dingin membutuhkan batubara yang cukup banyak, sehingga meningkatkan permintaan dan membawa harga naik," jelasnya, Kamis.

Selain itu sempat tersebar isu bahwa Presiden AS Donald Trump melalui Departemen Energi akan memberikan peraturan bahwa pabrik batubara dan nuklir tidak perlu lagi menghemat biaya produksi. "Hal ini membantu menyelamatkan industri batubara AS namun tidak berdampak terlalu besar," ungkap Deddy.

Deddy meramalkan, hingga akhir tahun ini, harga batubara masih berpeluang menguat hingga level US$ 92-US$ 100 per metrik ton. "Jika antara produksi dan permintaan seimbang, maka ini dapat menjaga harga batubara akan tetap stabil dan cenderung naik," tuturnya.

Sebab, Deddy juga menyebutkan, batubara tidak hanya dibutuhkan untuk musim dingin saja, tetapi juga untuk pembangkit tenaga listrik di AS.

Prediksi Deddy, besok (27/10), harganya masih berpotensi menguat ke level US$ 95,40-US$ 97,15 per metrik ton. Begitu juga dalam sepekan ke depan, batubara masih bisa melambung hingga US$ 94,50-US$ 98,00 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×