kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bakal masuk indeks LQ45, saham CTRA, JPFA dan BTPS gagal bangkit


Jumat, 26 Juli 2019 / 19:29 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski mendapat sentimen positif dari perubahan komposisi indeks LQ45, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) gagal bangkit di akhir perdagangan Jumat (26/7). 

Padahal, harga JPFA dan CTRA menghijau pada perdagangan Kamis kemarin. Di sesi kedua, saham JPFA mencoba bangkit, namun gagal berakhir di zona hijau. Saham emiten pakan ternak ini turun 0,61% menjadi Rp 1.620 per saham di akhir sesi kedua. 

Dengan volume transaksi 301.308 lot saham, total nilai perdagangan saham ini mencapai Rp 48,6 miliar. Total net sell investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 6,18 miliar. 

Sementara itu, saham CTRA sejatinya mulai menanjak pada sesi II perdagangan hari ini. Namun, di akhir perdagangan, saham CTRA kembali turun dan akhirnya ditutup stagnan di level Rp 1.280 per saham. Meski investor domestik masih mengakumulasi saham ini, namun, investor asing banyak melakukan aksi jual dan mencatatkan net sell Rp 11,08 miliar. 

Di sisi lain, euforia perubahan LQ45 sepertinya tak mempengaruhi saham BTPS. Saham ini nyatanya masih anteng bergerak di bawah harga kemarin, dan mengakhiri perdagangan di harga Rp 3.300 atau turun 1,79%. 

Sepekan terakhir, banyak investor asing yang juga menjual saham BTPS dengan total net sell Rp 5,4 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×