kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bahana turunkan rekomendasi ADRO


Rabu, 16 Maret 2016 / 14:54 WIB


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah bakal berjalan mulus setelah Mahkamah Agung menolak gugatan warga yang lahannya terdampak proyek tersebut. Pasca keputusan MA tersebut, PT Adaro Energy Tbk bakal langsung menegosiasikan pendanaan untuk proyek tersebut.

Tapi, analis Bahana Securities Arandi Ariantara melihat PLTU tersebut masih belum akan menghasilkan dampak positif bagi Adaro. "Pada tingkatan ini, pembangkit listrik Batang diharapkan bisa mendatangkan pendapatan pada 2018-2019," kata Arandi melalui riset, hari ini (16/3).

Selain itu, masih ada risiko proyek ini tertunda. Karena itu, Arandi menurunkan rekomendasi untuk emiten berkode ADRO ini dari semula beli menjadi tahan.

Meski begitu, Adaro masih memiliki sentimen positif yang bisa menopang kinerja. Valuasi rasio pengupasan dan biaya kas perusahaan tambang ini rendah. Karena itu, Arandi hanya menurunkan sedikit target harga ADRO, dari sebelumnya Rp 700 per saham menjadi Rp 645 per saham.

Pada penutupan perdagangan sesi satu hari ini, harga ADRO sudah mencapai Rp 730 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×