kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Bahana TCW memprediksi ekonomi pulih pada kuartal IV, IHSG bisa capai level 6.500


Senin, 20 September 2021 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). Bahana TCW memprediksi IHSG bisa capai 6.500 pada akhir 2021. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bahana TCW Investment Management memprediksi, pemulihan ekonomi Indonesia terutama di sektor riil akan terjadi pada kuartal IV 2021. Hal ini seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang terus membaik sehingga aktivitas ekonomi mulai bangkit kembali.

Chief Economist Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, kondisi tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap pasar domestik. 

"Dengan demikian, Bahana TCW memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk naik ke level 6.500 sampai dengan akhir tahun 2021," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/9).

Menurut Budi, perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam menangani lonjakan Covid-19 sudah mulai memperlihatkan hasil. Salah satunya terlihat pada angka positivity rate secara nasional yang turun ke 3,05% dan mencapai 1,8% di DKI Jakarta. Angka tersebut berada jauh di bawah standard World Health Organization (WHO) yang sebesar 5%.

Baca Juga: Masuk pekan ke empat, reksadana saham mampu bertahan dari September effect

Untuk sejumlah daerah di pulau Jawa, pemerintah mulai menurunkan tingkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2. 

Dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah juga memfokuskan percepatan vaksinasi di beberapa daerah yang merupakan episentrum perekonomian Indonesia seperti di DKI Jakarta, Bali, dan wilayah lainnya.

Meskipun begitu, Budi mengimbau pelaku pasar untuk tetap waspada karena pandemi ini masih belum berakhir. 

"Potensi fenomena black swan masih akan terus terjadi terutama jika melihat aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang masih memiliki risiko besar karena remaja berusia di bawah 12 tahun belum menerima vaksin sehingga berpotensi sebagai pembawa (carrier) Covid-19,” tutur Budi.

Selanjutnya: IHSG menguat 0,63% pekan lalu, reksadana saham catatkan kinerja paling apik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×