kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Aussie keok setelah RBA menyatakan akan mempertahankan suku bunga


Selasa, 21 Juni 2011 / 11:46 WIB
CEO dan Founder Virtualevent.id Jul Darmawan (kanan) saat peluncuran Virtualevent.id secara virtual.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Sudah dua hari belakangan, pergerakan dollar Australia melemah. Keoknya mata uang yang lebih dikenal dengan sebutan Aussie terjadi setelah Bank Sentral Australia mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan bulanan RBA mendatang.

Pagi ini, Aussie melemah terhadap 16 mata uang utama dunia. Aussie jatuh ke level US$ 1,0549 pada pukul 12:58 waktu Sydney dari US$ 1,0582 di New York, kemarin. Aussie juga melemah terhadap dollar Selandia Baru dan sempat bertengger di posisi 1,3017 dari NZ$ 1,3064 di hari sebelumnya. Ini merupakan level terendahnya sejak 14 Juni.

"RBA menyoroti resiko-resiko yang ada di ekonomi global dan juga krisis utang Yunani. Namun di saat yang sama, RBA perlu meningkatkan pertumbuhan upah domestik dan pengetatan moneter lebih lanjut dalam beberapa level," kata Mitul Kotecha, head of global foreign-exchange strategy Credit Agricole SA di Hongkong.

Dia juga mengatakan, market telah cukup lama bermain di mata uang beresiko. Hal ini pula yang menjadi alasan mereka untuk melakukan profit taking.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×