kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.675   11,00   0,06%
  • IDX 6.638   1,85   0,03%
  • KOMPAS100 867   0,17   0,02%
  • LQ45 658   -0,07   -0,01%
  • ISSI 232   1,08   0,47%
  • IDX30 368   -0,18   -0,05%
  • IDXHIDIV20 454   -0,80   -0,18%
  • IDX80 99   0,13   0,13%
  • IDXV30 126   0,46   0,36%
  • IDXQ30 118   -0,17   -0,15%

Astra (ASII) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat Dari Jadwal, Ini Alasannya


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:13 WIB
Astra (ASII) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat Dari Jadwal, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Pabrik mobil Toyota Indonesia (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mulai sesi kedua perdagangan 13 Januari 2026. 

Jika mengacu pada jadwal awal, periode pembelian kembali saham oleh ASII akan berakhir pada 30 Januari 2026. Program buyback saham sudah dilakukan ASII sejak 3 November 2025. 

Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffani Boer menjelaskan penghentian pelaksanaan buyback saham dilakukan karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan untuk program ini. 

Baca Juga: Prospek Saham PRDA dan DGNS Saat Kenaikan Biaya dan Daya Beli Tertekan

ASII mengalokasikan dana maksimal Rp 2 triliun. Namun anggaran tersebut tidak termasuk biaya perantara perdagangan efek dan biaya lain yang berkaitan dengan program buyback

Adapun buyback saham akan dilakukan dengan dua ketentuan, pertama jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20% dan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback paling sedikit 7,5%. 

“Selama periode buyback saham, perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 305,21 juta saham dengan nilai keseluruhan Rp 1,99 triliun,” tulis Gita dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (14/1). 

Gita memastikan menghentikan periode buyback saham ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha ASII. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×