Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyiapkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) hingga Rp 1,4 triliun di tahun 2027.
Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo mengatakan, capex AALI sepanjang 2026 dialokasikan sebesar Rp 1,2 triliun - Rp 1,4 triliun.
“Bicara 2027, kurang lebih masih ada di kisaran itu. Prioritas utama ada di replanting,” ujar Tingning dalam Astra Media Day 2026, Rabu (23/9/2026).
AALI tengah melakukan replanting. Sepanjang 2026 telah ditargetkan replanting hingga 8.000 hektare, dua kali lipat lebih luas dibandingkan rata-rata per tahun.
“Sisa capex ditujukan untuk mesin-mesin dan peralatan. Tujuannya adalah untuk mempercepat produktivitas di kondisi saat ini,” paparnya.
Baca Juga: Astra International (ASII) Tetap Fokus pada Tiga Bisnis Inti pada Tahun 2027
Terkait peningkatan produktivitas juga, dari sisi kualitas tanaman, Astra Agro menggunakan varietas bibit unggul yang dikembangkan oleh Research & Development Astra Agro.
Pada tahun 2025, Astra Agro telah merilis tiga varietas unggul baru yang memiliki ketahanan terhadap Ganoderma, yaitu DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG.
“Tiga varietas ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun di masa mendatang,” kata Tingning.
Di tahun 2027, Tingning memaparkan, industri CPO didorong oleh peningkatan permintaan atas kebutuhan pangan dan biodiesel, baik dari pasar domestik maupun global.
Minyak sawit dilihat tetap memiliki posisi kompetitif di antara minyak nabati utama dunia, sementara permintaan domestik juga terus berkembang.
Di Indonesia, konsumsi minyak sawit domestik hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain ditopang kebutuhan pangan dan penyerapan biodiesel.
Dari sisi operasional, produksi crude palm oil (CPO) Astra Agro per semester I 2026 tercatat sebesar 558.000 ton.
Volume penjualan CPO dan produk turunannya mencapai 898 ribu ton, meningkat dibandingkan 883.000 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, industri CPO ke depan juga menghadapi tantangan yang berasal dari dinamika geopolitik, kebijakan, dan iklim.
“Masalah cuaca ini tak hanya dialami Indonesia, tetapi juga Malaysia,” kata Tingning.
Baca Juga: Astra International (ASII) Baru Serap Capex Rp 17 Triliun, 42% dari Target Tahun Ini
Sebagai informasi, AALI mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun pada semester I 2026. Laba tersebut meningkat 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp702 miliar.
Pada periode yang sama, pendapatan bersih AALI tercatat sebesar Rp15,3 triliun, tumbuh 5,6% dibandingkan Rp14,45 triliun pada semester I 2025.
Sejalan dengan itu, laba per saham atau earnings per share (EPS) tercatat sebesar Rp 571 per saham, meningkat 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













