kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.805   -25,00   -0,15%
  • IDX 8.267   135,36   1,66%
  • KOMPAS100 1.167   21,60   1,89%
  • LQ45 840   10,21   1,23%
  • ISSI 295   7,02   2,43%
  • IDX30 434   3,54   0,82%
  • IDXHIDIV20 518   -0,75   -0,14%
  • IDX80 130   2,29   1,79%
  • IDXV30 142   1,12   0,80%
  • IDXQ30 140   -0,13   -0,09%

Arus kas seret, WINS restrukturisasi utang bank


Selasa, 08 Agustus 2017 / 20:30 WIB
Arus kas seret, WINS restrukturisasi utang bank


Reporter: Riska Rahman | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) berencana melakukan restrukturisasi utang bank dalam waktu dekat. Arus kas perusahaan yang tidak lancar membuat WINS berniat untuk melakukan negosiasi ulang terkait kredit perusahaan terhadap beberapa bank.

"Saat ini kami sedang melakukan negosiasi dengan bank agar bisa merestrukturisasi utang-utang kami yang akan jatuh tempo," kata Sugiman Layanto, Direktur Utama WINS, Selasa (8/8).

Menurut Sugiman, penurunan pendapatan yang terjadi di semester I-2017 ini membuat arus kas perusahaan tidak lancar. Untuk itu, perusahaan perlu melakukan negosiasi untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran utang ke bank.

Menilik laporan keuangan perusahaan di semester pertama tahun ini, WINS mencatat penurunan pendapatan sebesar 43,03% menjadi US$ 27,65 juta. Angka ini lebih rendah dari pendapatan US$ 48,54 juta.

Sementara akun kas dan setara kas perusahaan di paruh pertama 2017 berjumlah sebesar US$ 8,36 juta, menurun 35,13% dibanding posisi kas dan setara kas pada 31 Desember 2016 lalu.

Jumlah kas ini jelas tidak mampu menutup utang yang dimiliki perusahaan. Pasalnya, perusahaan memiliki utang bank jangka pendek sebesar US$ 2,71 juta. Sedangkan utang bank jangka panjang yang dimiliki perusahaan berjumlah US$ 69,53 juta.

Utang bank tersebut pun banyak yang memiliki jatuh tempo di tahun ini dan tahun 2018 mendatang. Beberapa utang bank yang akan jatuh tempo tersebut diantaranya adalah utang ke Bank Mandiri sebesar US$ 25 juta dan Bank OCBC Singapura sebesar US$ 39,72 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×