kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Arthavest (ARTA) kejar diversifikasi bisnis 50% pada 2020

Rabu, 09 Januari 2019 / 20:41 WIB

Arthavest (ARTA) kejar diversifikasi bisnis 50% pada 2020
ILUSTRASI. Redtop Hotel milik PT Arthavest Tbk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arthavest Tbk (ARTA) menargetkan pada 2020 diversifikasi bisnis industri jasa keuanganya bisa berkontribusi 50% terhadap pendapatan. Saat ini sumber pendapatan emiten tersebut berasal dari bisnis perhotelan.

PT Sentral Pembayaran Indonesia (SPIN) anak usaha ARTA berencana fokus dorong diversifikasi portofolio, khususnya dalam hal digital signature. SPIN sendiri memiliki anak usaha yang fokus bergerak di industri digital signature yakni PT Solusi Net Internusa (SNI).

"Karena SNI hadir di 2018, jadi saat ini belum ada kontribusinya ke pendapatan kami, mungkin baru kelihatan di 2020. Harapannya sebisa mungkin share (bisnis industri keuangan ke pendapatan) bisa lebih besar dari 50%," kata Direktur Utama ARTA Yeremy Vincentius, Rabu (9/1).

Rencana diversifikasi portofolio sendiri, sudah mulai pertimbangkan emiten itu sejak 2016. Ini karena, pertumbuhan bisnis hotel mulai memasuki fase jenuh, khususnya di kawasan Jakarta.

Sumber pendapatan ARTA saat ini, hampir 100% mengandalkan bisnis dari anak usahanya yakni PT Sanggraha Dhika yang mengelola bisnis perhotelan. Sanggraha hanya mengelola satu hotel di daerah pecenongan, yakni Redtop Hotel.

Berkaca dari kondisi tersebut, ARTA memutuskan untuk tidak hanya mengandalkan pendapatan dari industri perhotelan. Tahun ini, perusahaan itu akan fokus menggenjot industri finansial hingga 3 sampai 4 tahun ke depan.

"Kami akan tetap pegang industri hotel, tapi kami berharap punya beberapa industri yang kita investasikan agar saling menyeimbangkan dan berujung pada bisnis yang solid," jelasnya.

Untuk itu, ke depannya ARTA melalui SNI akan terus menggenjot bisnis digital signature. Salah satu yang tengah digarap tahun ini, yakni pengembangan mekanisme untuk memverifikasi sumber identitas data blokchain.

"Jadi seperti pengamanan indentitas, kita bisa identify siapa yang bisa masukkan data ke blokchain, dan pengembangannya tidak menutup kemungkinan untuk bisa berubah dan bertambah," ungkapnya.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.4022 || diagnostic_web = 1.2059

Close [X]
×