kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ARII gagal capai volume penjualan di 2012


Selasa, 11 Desember 2012 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. Seorang tenaga kesehatan menjelaskan informasi di kartu vaksinasi kepada seorang pengemudi kendaraan umum setelah mendapatkan suntikan vaksin Sinovac COVID-19 di Manila, Filipina. REUTERS/Eloisa Lopez


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Atlas Resources Tbk (ARII) gagal mencapai target volume penjualan di tahun ini. Perseroan memperkirakan hanya akan mencatatkan volume penjualan sebesar 1,5 juta ton dari target awal sebesar 2,42 juta ton.

Dengan demikian volume penjualan ARII hanya meningkat sebesar 23,9% dari volume penjualan di 2011 yang mencapai 1,21 juta ton.

Presiden Direktur ARII, Andre Abdi mengatakan, tidak tercapainya volume penjualan tersebut lebih dikarenakan adanya penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sekitar 20%-30% sejak awal tahun. "Itu juga berkaitan dengan fokus kami yang lebih mengutamakan produksi batubara kalori tinggi," kata Andre di Jakarta, Selasa (11/12).

Selain itu, Andre bilang, pasokan batubara ke PT PLN (Persero) terhambat. Dari kontrak supply sebanyak 1,5 juta ton tahun ini, hanya terealisasi 100 ribu ton.

"Ini karena proyek-proyek pembangkit PLN mengalami keterlambatan. Sehingga PLN hanya bisa menerima pasokan 100 ribu ton," tutur Andre.

Di saat bersamaan, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ARII, Dono Boestami mengungkapkan, atas beberapa hal tadi pihaknya juga memangkas kebutuhan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak 50%.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menganggarkan capex sebesar US$ 68 juta. Dari anggaran tersebut, sampai saat ini perseroan sudah mengeluarkan sebanyak US$ 25 juta untuk pengembangan Hub Muba dan tambang-tambang yang baru diakuisisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×