kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Arab Saudi jadi batu loncatan KAEF ke negara lain


Kamis, 20 Juli 2017 / 20:12 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rencana pembukaan 30 apotek baru oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF) di Madinah, Arab Saudi dipandang analis mampu memberikan sinyal positif ke para investor. Masuknya KAEF ke pasar farmasi Arab Saudi membuktikan bahwa perusahaan ini masih memiliki ruang untuk berkembang.

Analis Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, pembukaan gerai apotek baru di Arab Saudi menjadi bukti bahwa KAEF memiliki jangkauan pasar yang cukup luas. "Perusahaan pun jadi punya potensi besar untuk terus berkembang karena semakin memperluas pasar mereka," kata Alfred saat dihubungi KONTAN, Kamis (20/7).

Menurut Alfred jika perusahaan hanya terpaku dalam mengejar pasar domestik, pertumbuhan KAEF akan cenderung stagnan. Untuk itu, mereka perlu memperluas segmen wilayah pasar mereka jika ingin memiliki pertumbuhan pesat ke depannya.

Arab Saudi sebagai destinasi ekspansi juga bisa membuka kesempatan tumbuh yang semakin besar buat emiten pelat merah ini. Arab Saudi merupakan destinasi bagi jamaah haji yang berasal dari seluruh dunia. "Jadi, secara tidak langsung KAEF bisa memperkenalkan produk-produk serta brand mereka ke konsumen dari negara lain juga," ujar Alfred.

Hal ini membuat rencana pembukaan apotek baru di Arab Saudi bisa jadi batu loncatan bagi KAEF untuk merambah pasar negara lain, terutama ke negara-negara mayoritas muslim. Di sisi lain, cabang apotek di luar negeri juga memberikan dampak positif bagi laporan keuangan Kimia Farma.

Dengan membuka cabang di luar negeri, perusahaan bisa mengurangi dampak kurs terhadap laba. "KAEF masih banyak menggunakan bahan baku impor yang menggunakan mata uang asing untuk pembayarannya. Pembukaan apotek di luar negeri membuat perusahaan jadi punya penerimaan valas sehingga mereka bisa mengurangi dampak kurs ke depannya," papar Alfred.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×