kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Antam masih sendiri garap proyek Tayan


Sabtu, 02 Juni 2018 / 13:14 WIB
Antam masih sendiri garap proyek Tayan
ILUSTRASI. PT Aneka Tambang Tbk


Reporter: Dian Sari Pertiwi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi pemegang saham tunggal PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang mengoperasikan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan. Sebelumnya, ANTM berkongsi dengan Showa Denko, perusahaan asal Jepang.

Namun, setelah bekerja sama sejak 2013, Showa Denko menyatakan mundur pada akhir tahun lalu. "Karena kami ingin proyek ini berlanjut, opsinya ada dua, mencari partner atau take over," ujar Aprilandi Hidayat Setia, Sekretaris Perusahaan ANTM, kepada KONTAN, Kamis (31/5) lalu. Aprilandi bilang, saat ini opsi yang paling dekat adalah mengambil sisa kepemilikan Showa Denko.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai, dengan keluarnya Showa Denko, ada konsekuensi negatif yang dihadapi ANTM, yaitu pendanaan dan terkait teknologi. Namun, karena proyek hilir ini adalah komitmen pemerintah, ANTM sebagai salah satu perusahaan yang ditunjuk harus menjadi pengampunya, dengan atau tanpa mitra.

"Ketika memberatkan bukan berarti tak bisa dilakukan. Sebab sekarang Antam punya holding Inalum, artinya dari sisi pendanaan lebih fleksibel," ujar Alfred.

Aprilandi mengatakan, saat ini, ANTM sedang menghitung kapasitas pendanaan. "Untuk pembiayaan bertahap, berapa kemampuan dari kami sehingga berapa produksi yang bisa dihasilkan," papar dia.

Sambil berhitung kapasitas, Aprilandi tak menampik ANTM masih mencari alternatif mitra yang bisa diajak bekerja sama mengelola bisnis hilir ini. ANTM mencari mitra strategis yang dapat berkontribusi dari sisi pendanaan dan teknologi.

Meski sudah pecah kongsi, Aprilandi mengklaim proses peralihan teknologi dari Showa Denko sudah berlangsung, sehingga tak membebani perusahaan dari segi operasional. Begitu juga dengan pemasaran. "Kami sudah belajar dari dulu dan sudah tahu target pasar yang pernah kami jual dan bagaimana pengembangan ke depan," kata dia.

Bisnis di sektor hilir ini bisa menambah nilai jual produk ANTM. "Kalau pengolahannya sudah berjalan, output punya nilai ekonomi lebih besar," ujar Alfred.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×