kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aneka Tambang (ANTM) anggarkan belanja modal Rp 3,4 triliun tahun depan


Minggu, 09 Desember 2018 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Feronikel Antam


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang penutupan tahun, perusahaan pertambangan mineral sudah menyiapkan rencana bisnis untuk sepanjang 2019. Salah satunya PT Aneka Tambang Tbk yang menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,4 triliun.

“Rencana belanja modal akan digunakan untuk investasi rutin di unit bisnis operasi dan investasi pengembengan pada proyek perusahaan,” kata Direktur Utama Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo kepada Kontan.co.id, Minggu (9/12).

Pada tahun depan, emiten berkode saham ANTM ini masih fokus mengawal sejumlah proyek hilirasasi pertambangan, proyek hilirisasi alumina salah satunya. Tak hanya itu, ANTM juga memiliki proyek hilirisasi tambang lain yaitu pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 13.500 ton nikel per tahun. Proyek lainnya ada smelter grade alumina di Kalimantan Barat yang memiliki kapasitas 1 juta ton yang digarap barsama induk usaha PT Indonesia Asahan Aluminium.

Selain meneruskan proyek pembangunan pabrik pengolahan, Arie mengatakan kini ANTM tengah menunggu izin usaha pertambangan eksplorasi untuk menggarap blok tambang nikel Bahodopi Utara, Morowali, Sulawesi Tengah dan blok tambang nikel Matarape, Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, perusahaan ini mendapatkan dua wilayah izin usaha pertambangan khusus pada Agustus silam. “Untuk eksplorasi blok Matarape dan Bahodopi Utara direncanakan mulai tahun depan, adapun untuk eksplorasi dibutuhakan waktu kurang lebih satu sampai dua tahun,” paparnya.

Mengenai target produksi untuk 2019, Arie menambahkan ANTM membidik produksi dan penjualan 30.000 ton nikel dalam feronikel. Sampai September ini ANTM sudah memproduksi sebesar 19.264 ton nikel dalam feronikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×