kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Analis rekomendasikan beli saham BNLI


Kamis, 18 Mei 2017 / 15:18 WIB

Analis rekomendasikan beli saham BNLI

JAKARTA. Kinerja Bank Permata sepanjang 1Q 2017 menunjukkan arah perbaikan. Setelah sempat mencatat rugi sebesar Rp 376 miliar pada 1Q 2016, bank berkode saham BNLI ini kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 453 miliar per 1Q 2017. Kendati begitu, net interest margin (NIM) PER 1Q 2017 menurun tipis menjadi 3,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9%.

Bima Setiaji, Analis NH Korindo Sekuritas dalam risetnya menyebut, kinerja BNLI yang membaik tersebut ditopang oleh strategi manajemen dalam menurunkan rasio kredit macet. "BNLI melakukan langkah proaktif untuk mengelola kualitas asetnya melalui restrukturisasi dan rehabilitasi, mempercepat pemulihan kredit, dan menjual sebagian dari portofolio NPL," ujar Bima dalam riset yang diterima KONTAN, Kamis (18/5).


BNLI mencatatkan penjualan sebagian porsi aset bermasalah sebesar Rp 589 miliar di 1Q 2017. Sehingga, manajemen pun telah berhasil melakukan peningkatan kualitas aset yang tercermin pada rasio NPL gross sebesar 6,4% pada 1Q 2017, turun secara signifikan dari 8,8% pada akhir 2016.

Bima mengatakan, aksi penjualan kredit macet yang dilakukan BNLI tersebut sebagai sekuritisasi aset yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas kredit bank. "Namun ke depan, tak menutup kemungkinan juga BNLI akan menerima pembayaran tunai bila skemanya bukan sekuritisasi aset, melainkan penjualan hak tagih," imbuhnya.

Skema tersebut, lanjut dia, memiliki sisi negatif. Pasalnya, bila nilai penjualan di bawah nilai kredit, maka BNLI langsung membukukan kerugian tanpa harus melakukan provisi (pencadangan).

Bima pun merekomendasikan beli saham BNLI dengan target harga Rp 990. Target harga tersebut mengimplikasikan P/B 2017E sebesar 0,9X. Saat ini, BNLI diperdagangkan di P/B 2017E 0,6X.

Dia optimistis, kinerja BNLI pada tahun 2017 semakin membaik lantaran didukung oleh komitmen pemegang saham, yakni Astra Internasional dan Standard Chartered untuk menyuntik modal lebih besar. Selain itu, BNLI juga berencana melakukan right issue pada pertengahan tahun ini yang bisa digunakan untuk memperkokoh capital adequacy ratio (CAR). 


Reporter: Klaudia Molasiarani
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×