kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Analis: Investor perlu cermati rights issue BNLI


Senin, 27 Februari 2017 / 22:20 WIB

Analis: Investor perlu cermati rights issue BNLI

JAKARTA. Kinerja PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan rugi bersih mencapai Rp 6,48 triliun pada kuartal IV/2016 lalu, tak lepas dari persoalan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang mencapai 8,6% di kuartal IV/2016. Namun begitu, bank berkode saham BNLI ini berhasil mencetak laba bersih setelah pajak per Januari 2017 lalu mencapai Rp 136 miliar.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas menilai kinerja BNLI tahun lalu jauh di bawah ekspektasi pasar. Bahkan, Reza menilai performa mereka jauh di bawah rata-rata kinerja emiten perbankan yang lain.


“Paling tidak yang satu kluster dengan Bank Permata, bank umum kelompok usaha (BUKU III). Bank BUKU III lain masih bisa bertumbuh,” ujarnya kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Ridha M Wirakusumah, Direktur Utama Bank Permata mengatakan, pihaknya bakal kembali melakukan rights issue tambahan senilai Rp 3 triliun untuk meningkatkan cadangan modal pada paruh pertama tahun 2017.

Namun begitu, Reza menilai aksi rights issue tersebut belum tentu akan direspons positif oleh pasar. “Pasar akan lebih melihat rencana dan update kerjanya seperti apa,” kata Reza.

Lebih lanjut, kata Reza, pasar bisa saja mengira jika tujuan rights issue tersebut untuk menambal kinerja Bank Permata yang turun. Pasalnya, menurut dia, tugas manajemen memang seyogianya menambah permodalan untuk penyaluran kredit dan lainnya.

“Soalnya kalau kita lihat, aksi rights issue ini keluar setelah emiten mengeluarkan laporan keuangan. Tetapi setelah laporan keuangan dirilis dan turun, belum tentu pasar langsung merespons positif. Bisa jadi malah sebaliknya,” tambah Reza.

Namun begitu, Reza memprediksi kinerja Bank Permata tahun ini bisa lebih membaik. Dia menargetkan, hingga kuartal pertama tahun ini, pendapatan Bank Permata bisa mencapai Rp 4,8 triliun atau naik 7% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Sementara untuk net income bisa mencapai Rp 450 miliar. Untuk itu, Reza merekomendasikan jual untuk saham BNLI dengan target saham Rp 580 per saham. 


Reporter: Klaudia Molasiarani
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×