kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Rebound IHSG sifatnya terbatas


Rabu, 19 Maret 2014 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Penanaman pohon pada lahan bekas tambang PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah. Sesi I, indeks ditutup dengan kenaikan 13,37 poin atau mengalami penguatan 0,28% ke level 4.818,98.

Kenaikan ini dipicu oleh aksi buy in weakness setelah IHSG mengalami tekanan selama beberapa hari ini. "Bisa dilihat dari inflow pemodal yang masuk hampir Rp 1 triliun sejak pagi tadi," tambah William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities, (19/3).

Jadi, secara teknikal untuk sesi II nanti IHSG bakal menuju resistance terdekat pada level 4.878. Sementara, support IHSG saat ini masih kuat terjaga di level 4.801. Untuk itu, Surya merekomendasikan saham DSNG, ASII, TOTL, PTRO, HEXA, ADRO, SSMS, LSIP, SGRO, dan ANTM.

Sementara itu, David Sutyanto, analis dari First Asia Capital bilang, sentimen individual emiten seperti pembagian dividen juga memicu aksi beli selektif yang berbuntut pada kenaikan indeks. Namun, rebound yang terjadi sifatnya terbatas.

"Karena pelaku pasar juga mengantisipasi pertemuan The Fed pekan ini yang diperkirakan akan memutuskan langkah lanjutan pengurangan stimulus sebesar US$ 10 miliar setiap bulannya," tandas David.

Menurutnya, rentang support IHSG masih berada di kevel 4.740-4.770. Sementara, jika mengacu posisi IHSG hingga penutupan sesi I, maka target resistance terdekat berada di level 4.870.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×