kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Analis prediksi obligasi Medco Energi Internasional (MEDC) bakal laris manis


Senin, 03 Februari 2020 / 21:59 WIB
Analis prediksi obligasi Medco Energi Internasional (MEDC) bakal laris manis
ILUSTRASI. Pembangkit listrik milik salah satu anak usaha Medco Energi, PT Medco Power Indonesia

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Medco Energi Internasional Tahap III Tahun 2020 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 1,5 triliun. Dari jumlah pokok obligasi tersebut, sebesar Rp 1,38 triliun akan dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment). 

Obligasi tersebut bakal dirilis dalam dua seri. Untuk Seri A memiliki jumlah pokoknya sebesar Rp 908,7 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga 8,9% per tahun. Sementara itu, Seri B memiliki nilai pokok Rp 476,15 miliar dengan tenor lima tahun dan bunga 9,3% per tahun.

Bunga obligasi yang telah disebutkan di atas akan dibayarkan tiga bulan sekali terhitung sejak tanggal emisi, yakni 18 Februari 2020. Obligasi MEDC ini mendapat peringkat single A plus (idA+) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

Baca Juga: Bayar utang bank, Medco Energi akan terbitkan obligasi global senilai Rp 1,5 triliun

Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, kupon obligasi yang ditawarkan MEDC tergolong wajar di tengah tren penurunan suku bunga. Ia juga menilai, kupon yang ditawarkan MEDC terbilang cukup bersaing. 

"Karena obligasi dengan rating sejenis yang akan diterbitkan pada Februari-Maret 2020 juga menawarkan kupon yang kurang lebih sama," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/2). Dengan melihat nilai pokok yang ditawarkan dan tingkat kuponnya, ia memprediksi obligasi MEDC ini akan terserap maksimal.

Serupa, Direktur Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo menilai, kupon obligasi MEDC tergolong wajar, tidak murah dan tidak mahal. Ia memperkirakan, obligasi ini kemungkinan besar akan laku di pasar, namun tidak banyak mencatatkan kelebihan permintaan. "Karena pilihan obligasi yang lain juga ada sehingga kondisi pasar lebih banyak jual," kata Soni.

Baca Juga: Medco (MEDC) raup US$ 63,74 juta dari divestasi aset, begini penggunaanya




TERBARU

Close [X]
×